PALANGKA RAYA — Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Kalteng Tahun Buku 2025 yang digelar di Istana Isen Mulang, Jumat, menghasilkan keputusan strategis: dividen sebesar Rp184,2 miliar dibagikan secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Nilai ini setara dengan 50 persen dari total laba bersih perseroan yang tercatat sebesar Rp368 miliar.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran selaku Pemegang Saham Pengendali mengapresiasi kehadiran para bupati dan wali kota dalam RUPST tersebut. Menurutnya, hal ini mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen dalam mendukung penguatan Bank Kalteng ke depan.
Kinerja keuangan Bank Kalteng sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan solid di semua lini. Laba bersih meningkat dari Rp321 miliar pada 2024 menjadi Rp368 miliar, tumbuh 14,76 persen. Total aset juga melesat dari Rp16,8 triliun menjadi Rp20,4 triliun, atau naik 21,46 persen.
Pertumbuhan itu didorong oleh kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) dari Rp10,7 triliun menjadi Rp13,8 triliun. Di sisi lain, penyaluran kredit juga meningkat dari Rp10,7 triliun menjadi Rp11,7 triliun. Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah menyebut capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh insan Bank Kalteng dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Pembagian dividen ini menjadi salah satu bentuk konkret Bank Kalteng dalam mendorong PAD. Seluruh kepala daerah di Kalimantan Tengah yang hadir dalam RUPST menyepakati keputusan tersebut. Dana yang dibagikan secara proporsional sesuai komposisi jumlah lembar saham masing-masing pemda akan digunakan untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kalteng.
“RUPST Tahun Buku 2025 menjadi momentum penting bagi Bank Kalteng untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada para pemegang saham,” kata Maslipansyah. Ia bersyukur atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan sehingga Bank Kalteng dapat terus tumbuh secara sehat, prudent, dan memberi nilai tambah bagi pemegang saham, nasabah, serta masyarakat Kalimantan Tengah.
RUPST juga menjadi forum strategis bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan untuk menyampaikan arahan dan masukan konstruktif. Agenda utama mencakup penyampaian pertanggungjawaban kepengurusan oleh Direksi serta laporan pelaksanaan fungsi pengawasan oleh Dewan Komisaris. Seluruh pemegang saham memberikan apresiasi atas pencapaian kinerja pengurus dan menerima kedua laporan tersebut.
Maslipansyah menambahkan, di tengah dinamika industri perbankan, Bank Kalteng tetap fokus menjaga kualitas pertumbuhan, memperkuat penghimpunan dana, meningkatkan layanan kepada nasabah, serta memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat. Keputusan pembagian dividen mencerminkan dukungan pemegang saham terhadap kesinambungan kinerja dan kepercayaan terhadap pengelolaan perusahaan yang diarahkan pada prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.