Kartu Grafis Gaming Buatan China LX 7G100 Gagal Saingi RTX 4060, Harga Malah Selangit

Penulis: Rendi Kusuma  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 18:20:07 WIB
Kartu grafis LX 7G100 buatan China gagal menandingi performa RTX 4060 meski dijual dengan harga tinggi.

KALIMANTAN TENGAH — Lisuan Tech, perusahaan semikonduktor asal China, baru saja meluncurkan LX 7G100 — produk yang disebut-sebut sebagai kartu grafis gaming serius pertama buatan negeri Tirai Bambu. Sayangnya, ambisi besar itu kandas di meja uji. Seorang reviewer dari kanal China ??? menguji LX 7G100 secara ekstensif, dan hasilnya mengecewakan: kartu ini tidak mampu menyaingi GeForce RTX 4060, apalagi RTX 5060 Ti yang saat ini bisa ditebus dengan harga yang hampir sama.

Harga Fantastis, Performa Pas-pasan

Masalah utama LX 7G100 bukan cuma performa, tapi juga banderolnya. Lisuan Tech membanderol kartu ini di angka US$485 atau sekitar Rp 8,2 juta. Di pasar global, uang segitu sudah cukup untuk membeli GeForce RTX 5060 Ti 16GB — kartu grafis yang secara performa berada di kelas yang jauh di atas LX 7G100.

Dengan harga tersebut, LX 7G100 praktis tidak punya nilai tawar. Gamer yang membelinya justru akan mendapatkan performa yang lebih rendah dari kartu Nvidia generasi sebelumnya.

Diuji dengan Rig Kelas Atas, Hasil Tetap Jeblok

Agar tidak ada alasan bottleneck, ??? merakit sistem pengujian kelas wahid. Spesifikasinya meliputi prosesor AMD Ryzen 7 9800X3D, motherboard MSI MPG X870E Edge Ti WiFi, RAM 32GB DDR5-6000, dan SSD PCIe 5.0 berkapasitas 2TB. Semua komponen ini memastikan bahwa hasil benchmark semata-mata karena keterbatasan LX 7G100, bukan komponen lain.

Pengujian dilakukan di resolusi 1080p dengan pengaturan grafis dari low hingga high. Sang reviewer juga mengaktifkan fitur FSR 3 dan frame generation jika game mendukung, demi mendongkrak frame rate sebanyak mungkin. Namun hasilnya tetap mengecewakan — di beberapa game, angka FPS bahkan tidak mencapai level yang layak untuk pengalaman gaming mulus.

Hasil Benchmark yang Bikin Miris

Dalam video yang diunggah di Bilibili, data menunjukkan rata-rata frame per second (FPS) dan 1% Low FPS di sejumlah game modern. Shadow of the Tomb Raider, misalnya, mencatatkan hasil yang sangat rendah. Sementara Forza Horizon 5 menunjukkan angka yang anehnya kecil — kemungkinan besar karena optimasi driver yang belum matang.

Seorang pembaca di forum Tom’s Hardware bahkan berkomentar, “Looks DOA even for its intended market.” Artinya, kartu ini sudah mati sebelum lahir, bahkan di pasar domestik China sekalipun.

Kesimpulan: Ambisi Besar, Eksekusi Pahit

LX 7G100 adalah langkah berani Lisuan Tech dan industri semikonduktor China. Namun, tanpa performa yang kompetitif dan harga yang realistis, produk ini sulit bersaing dengan kartu grafis dari Nvidia, AMD, atau bahkan Intel. Untuk gamer Indonesia yang terbiasa membandingkan harga dan performa secara ketat, LX 7G100 jelas bukan pilihan yang cerdas. Lebih baik menabung untuk RTX 4060 atau menunggu kartu generasi terbaru yang sudah teruji pasar.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top