KALIMANTAN TENGAH — Hasil imbang yang diraih Manchester City itu menjadi penentu. Dengan koleksi 78 poin, The Citizens tertinggal empat angka dari Arsenal yang nyaman di puncak klasemen. Sisa satu pertandingan musim ini tak lagi berarti—jarak tersebut sudah tak terkejar. Gelar juara pun resmi menjadi milik Arsenal.
Bournemouth tampil garang di kandang sendiri. Mereka unggul lebih dulu lewat aksi Eli Junior Kroupi pada menit ke-39. Manchester City yang butuh kemenangan untuk menjaga asa juara baru bisa menyamakan kedudukan di masa injury time babak kedua lewat sontekan Erling Haaland.
Namun, satu gol semata wayang itu tak cukup. Hasil imbang ini membuat skuad asuhan Pep Guardiola harus mengakui superioritas Arsenal yang musim ini tampil konsisten.
Ini adalah momen yang telah ditunggu oleh seluruh suporter Arsenal selama 22 tahun. Terakhir kali The Gunners meraih gelar Premier League adalah pada musim 2003/2004 yang legendaris—ketika mereka menjadi juara tanpa terkalahkan, julukan The Invincibles melekat.
Setelah era keemasan itu, Arsenal nyaris selalu menjadi tim papan atas namun gagal merebut trofi liga. Kegagalan demi kegagalan silih berganti hingga akhirnya tren buruk itu terputus musim ini. Kini, penantian panjang itu berbuah manis.
Keberhasilan ini juga menjadi hasil manis dari kesabaran manajemen Arsenal yang tetap mempertahankan Mikel Arteta. Pelatih asal Spanyol itu perlahan membangun skuad yang solid dan memiliki kedalaman tim yang mumpuni setelah bertahun-tahun menangani The Gunners.
Keputusan untuk tidak terburu-buru mengganti pelatih di tengah tekanan akhirnya terbayar lunas. Arteta berhasil menciptakan filosofi permainan yang jelas dan mentalitas juara di dalam tim.
Gelar ini datang di momen yang sangat krusial. Dengan titel Premier League sudah di tangan, Arteta bisa leluasa mengistirahatkan pemain andalannya saat melawan Crystal Palace di akhir pekan. Langkah ini diambil demi menjaga kebugaran skuad utama.
Fokus penuh kini bisa diarahkan ke partai puncak Liga Champions. Arsenal dijadwalkan menghadapi Paris Saint-Germain pada Sabtu (30/5). Dengan kondisi fisik yang prima dan mental juara yang sudah terbangun, Arsenal berpeluang besar menutup musim dengan double gelar prestisius.