TAMIANG LAYANG — Muhammad Nesfi Syahbana baru mengetahui rumahnya terbakar setelah mendapat kabar dari grup relawan gabungan. Ia langsung menuju lokasi, namun sesampainya di sana, bangunan berukuran 6 x 12 meter itu sudah rata dengan tanah.
Kapolsek Dusun Tengah, Suprayitno, mengatakan personelnya segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Proses pemadaman terkendala akses jalan yang sempit dan berada di bagian dalam permukiman.
“Mobil pemadam kebakaran tidak bisa menjangkau titik api secara langsung,” ujarnya.
Sejumlah barang milik korban turut ludes terbakar, di antaranya sertifikat tanah, kulkas, televisi, komputer, laptop, mesin jahit, peralatan kamera, alat musik bass beserta salon, hingga keyboard merek Yamaha.
Rumah yang sudah tidak ditempati selama kurang lebih satu tahun itu menggunakan material kayu dengan dinding papan dan atap sirap ulin. Bangunan berjarak sekitar 50 meter dari rumah warga terdekat.
Dari penanganan awal, polisi mengamankan barang bukti berupa KWH meter yang terbakar serta potongan balok kayu sisa kebakaran. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Situasi di lokasi dilaporkan telah kembali aman dan kondusif.