KALIMANTAN TENGAH — Volkswagen (VW) mengambil langkah berani dengan membawa emblem legendaris GTI ke dalam ekosistem kendaraan listrik mereka. Melalui ID. GTI Concept yang diperkenalkan perdana pada ajang IAA Mobility di Munich, pabrikan asal Jerman ini membuktikan bahwa transisi ke tenaga baterai tidak harus mengorbankan kesenangan berkendara. Mobil ini dibangun menggunakan basis ID.2all, namun dengan optimasi menyeluruh pada sektor sasis dan output tenaga untuk menyamai reputasi Polo GTI yang selama ini dikenal sebagai "pocket rocket".
Berbeda dengan jajaran ID.4 atau ID.5 yang memiliki opsi penggerak roda belakang atau semua roda (AWD), ID. GTI Concept tetap setia pada pakem hot hatch tradisional dengan penggerak roda depan (FWD). Penggunaan platform MEB Entry memungkinkan insinyur VW menempatkan paket baterai di bagian lantai untuk mendapatkan pusat gravitasi rendah. Hal ini krusial untuk menjaga kelincahan saat melibas tikungan, sebuah atribut wajib bagi setiap model yang menyandang nama besar GTI.
VW juga menyematkan teknologi GTI Experience Control yang memungkinkan pengemudi melakukan kustomisasi pada karakteristik kemudi, respons motor listrik, hingga simulasi perpindahan gigi. Sistem cerdas ini bahkan mampu meniru profil suara dan sensasi mekanis dari model-model ikonik masa lalu, seperti Golf GTI MK1 tahun 1976 atau Polo GTI generasi awal. Integrasi perangkat lunak ini menjadi kunci bagi VW untuk tetap memberikan keterikatan emosional antara mesin dan pengemudi di tengah senyapnya motor listrik.
Secara visual, ID. GTI Concept membawa banyak elemen desain yang merujuk pada sejarah panjang divisi performa Volkswagen. Garis merah khas GTI tetap hadir membentang di bagian grill yang kini tertutup rapat, berpadu dengan lampu depan LED matriks IQ.Light yang tajam. Dimensinya yang kompak dengan panjang sekitar 4,1 meter menjadikannya suksesor ideal bagi Polo GTI, terutama untuk penggunaan di area perkotaan yang padat.
CEO Volkswagen Passenger Cars, Thomas Schäfer, menegaskan bahwa versi produksi dari konsep ini akan tetap mempertahankan DNA asli GTI: praktis untuk harian namun bertenaga saat dibutuhkan. Meskipun spesifikasi tenaga kuda (HP) dan kapasitas baterai secara mendetail belum diungkap sepenuhnya, VW menargetkan mobil ini mampu menempuh jarak hingga 450 km dalam sekali pengisian daya berdasarkan siklus WLTP.
Untuk urusan harga, versi produksi yang kemungkinan besar akan dinamai ID.2 GTI atau tetap menggunakan nama Polo EV ini diprediksi akan dibanderol mulai dari 30.000 Euro. Jika dikonversi ke mata uang lokal, angkanya berada di kisaran Rp 510 jutaan (kurs Rp 17.000). Angka ini tergolong menarik untuk sebuah mobil listrik performa tinggi, mengingat VW ingin menjadikan mobilitas elektrik lebih terjangkau tanpa menghilangkan aspek driving pleasure bagi konsumen setianya.