Kapolres Gumas AKBP Heru Eko Wibowo melalui Kabag Ops AKP Nurheriyanto Hidayat mengungkapkan bahwa personel telah melakukan sterilisasi di setiap sudut gereja sebelum jemaat memasuki ruangan. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada potensi gangguan yang mengancam kenyamanan umat yang beribadah.
“Kami pastikan setiap sudut gereja telah disterilisasi, sebelum jemaat memasuki ruangan,” jelasnya.
Pengamanan tidak hanya berfokus di dalam area gereja. Personel juga ditempatkan di pintu gerbang untuk menyapa jemaat serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi ibadah, guna mencegah kemacetan.
Di Kecamatan Kurun, pengamanan dipusatkan di tiga gereja besar, yakni GKE Estomihi, GKE Sion, dan Gereja Katolik Santo Arnoldus Janssen. Khusus di gereja katolik yang dihadiri sekitar 250 jemaat, sinergi antara personel TNI dan Polri terlihat solid dalam menjaga keamanan area peribadatan.
Sementara itu, di Kecamatan Tewah, enam gereja termasuk GKE Batang Pambelum dan GBI Tewah melaksanakan ibadah secara serentak dengan penjagaan ketat dari Polsek Tewah. Di Kecamatan Manuhing, GKE Bukit Sion juga dipadati ratusan jemaat, namun alur keluar-masuk kendaraan tetap tertib berkat arahan personel di lapangan.
Selain mengamankan gereja, polisi juga melakukan patroli dialogis ke pemukiman warga. Langkah ini untuk memastikan keamanan lingkungan selama rumah ditinggalkan oleh para jemaat yang pergi ke gereja.
“Upaya ini mendapatkan respon positif dari tokoh agama setempat, yang merasa sangat terbantu dengan keberadaan personel di lapangan,” ujar Nurheriyanto.
Pengerahan personel secara humanis dan merata di sembilan kecamatan—dari Kurun hingga Manuhing—menjadi bukti kehadiran negara dalam menjamin kebebasan beribadah bagi seluruh warga. Polres Gumas mencatat tidak ada gangguan sekecil apapun selama rangkaian ibadah berlangsung.
Kabag Ops menambahkan bahwa antusiasme jemaat cukup tinggi, dengan kehadiran ratusan orang di setiap gereja. Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Gunung Mas.
“Kami komitmen mempertahankan situasi kondusif ini, pada setiap momentum hari besar keagamaan,” tandasnya.