PULANG PISAU — Ribuan mata warga Pulang Pisau mungkin tak menyangka. Pelantikan pejabat publik yang biasanya sakral di gedung tertutup, kali ini digelar di tengah hiruk-pikuk Terminal Pasar Harian Handep Hapakat. Bupati Pulang Pisau, Rifai Jayadi, sengaja memilih lokasi ini untuk jilid kedua pelantikan pejabat di masa pemerintahannya.
Bupati Rifai mengungkapkan bahwa pelantikan di area publik ini bertujuan agar masyarakat luas bisa mengenali langsung para pejabat yang dilantik. “Selama ini pelantikan dilakukan di gedung tertutup, namun tidak dengan era kami,” ujarnya. Menurutnya, para pejabat wajib membaur dan mengetahui kondisi lapangan sejak hari pertama mereka disumpah.
Ini bukan kali pertama Rifai melantik pejabat di area terbuka. Sebelumnya, pelantikan serupa digelar di Lapangan Handep Hapakat. Kini, terminal pasar menjadi panggung baru yang dinilai lebih dekat dengan denyut nadi ekonomi warga.
Sebanyak enam pejabat dilantik pada jilid kedua ini. Mereka adalah Kepala Dinas Perindagkop UKM, Kepala Dinas Sosial dan PMD, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Dewan, Kepala Dinas Pertanian, serta Lurah Pulang Pisau. Dengan pelantikan ini, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pulang Pisau kini telah terisi penuh.
Usai prosesi sumpah jabatan, Bupati memberikan imbauan khusus kepada para pejabat yang baru dilantik. Mereka diminta untuk memborong dagangan para pelaku usaha kecil di sekitar Kota Pulang Pisau. “Karena pasar adalah lokasi para UMKM berkumpul,” kata Rifai.
Bupati menegaskan bahwa pejabat tidak boleh hanya bekerja di kantor, pulang istirahat, lalu libur ke kampung halaman. “Dalam keseharian harus tahu kondisi lapangan dengan banyak interaksi dengan masyarakat bawah,” tegasnya.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk ajakan moral yang wajib dijadikan program kerja. Menurut Bupati, pelayanan dan kebersamaan dengan masyarakat harus menjadi prioritas utama. “Pejabat harus turun ke masyarakat bawah sebagai barometer program pelayanan,” pungkas Rifai.
Pelantikan di terminal ini menjadi bukti bahwa birokrasi di Pulang Pisau mulai keluar dari zona nyaman. Warga pun bisa menyaksikan langsung siapa pemimpin baru mereka, dan para pejabat diingatkan untuk tidak lupa pada akar rumput.