PALANGKA RAYA — Rombongan Komisi III DPRD Kalimantan Tengah melakukan kunjungan kerja ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD DIY pada Jumat (8/5/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari studi strategis untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di Kalteng, khususnya dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan serta banjir musiman.
Sugiyarto bersama anggota dewan lainnya meninjau langsung ruang pusat kendali yang memproses data dari berbagai sensor lapangan hingga penyebaran informasi ke masyarakat. Ia menyoroti sistem peringatan dini atau Early Warning System milik BPBD DIY yang dinilai cepat dan akurat, baik melalui jaringan radio komunikasi maupun media digital.
"Kecepatan data adalah kunci dalam menyelamatkan nyawa. Kami ingin melihat bagaimana sistem di Pusdalops DIY ini dapat kami adaptasi di Kalteng, terutama untuk memperkuat pantauan hotspot karhutla dan potensi banjir besar secara real time," ujar Sugiyarto di Palangka Raya, Senin (11/5/2026).
Menurut politisi tersebut, penguatan teknologi dan integrasi data menjadi kebutuhan penting bagi Kalimantan Tengah yang masuk kategori daerah rawan bencana. Ancaman kebakaran hutan dan lahan kerap meluas saat musim kemarau, sementara banjir besar rutin terjadi di sejumlah kabupaten saat puncak musim hujan.
Melalui studi ini, Komisi III DPRD Kalteng berharap sistem pengendalian operasi kebencanaan di BPBD setempat bisa terus diperkuat. Tidak hanya dari sisi infrastruktur digital, tetapi juga kapasitas sumber daya manusia yang mengelola informasi kebencanaan.
Dengan sistem informasi yang terintegrasi seperti yang diterapkan BPBD DIY, DPRD Kalteng optimistis proses pengambilan keputusan saat kondisi darurat dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Hal ini dinilai krusial untuk meningkatkan perlindungan kepada masyarakat di tengah tingginya risiko bencana di wilayah Kalimantan Tengah.