Urai Antrean di Kalteng, Pertamina Tambah Armada & Operasi 24 Jam

Penulis: Surya Dinata  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 23:00:43 WIB
Pertamina menambah armada dan memperpanjang operasional SPBU di Kalteng untuk mengurai antrean BBM.

PALANGKA RAYA — PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mempertebal armada pengangkut BBM guna mempercepat distribusi ke wilayah Kalimantan Tengah. Langkah ini merespons antrean panjang kendaraan yang mengepung sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir, khususnya di Kota Palangka Raya.

Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, memastikan penguatan distribusi dilakukan dengan menambah jam operasional terminal penyuplai. Fokus utama pengiriman menyasar Fuel Terminal Pulang Pisau untuk menjaga ketahanan stok di lapangan tetap stabil.

Lonjakan Permintaan Pertamax Jadi Pemicu

Evaluasi lapangan menunjukkan bahwa antrean di Palangka Raya bukan dipicu kelangkaan Pertalite atau Biosolar. Kondisi ini murni akibat lonjakan permintaan masyarakat terhadap produk Pertamax yang meningkat tajam dalam waktu singkat.

“Kejadian di Palangka Raya beberapa hari ini disebabkan oleh tingginya permintaan untuk produk Pertamax,” ujar Isfahani saat memberikan keterangan pers di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Sabtu (9/5/2026) malam.

Ia menegaskan Pertamax merupakan BBM non-subsidi untuk masyarakat umum. Lonjakan konsumsi mendadak ini memaksa Pertamina menyesuaikan ritme distribusi agar penumpukan kendaraan di area SPBU segera terurai.

Bantuan Armada dari Banjarmasin

Pertamina tidak hanya mengandalkan armada lokal untuk memulihkan keadaan. Perusahaan pelat merah ini mengerahkan bantuan truk tangki dari wilayah tetangga guna memperkuat pasokan di Bumi Tambun Bungai.

“Kami menggunakan perbantuan armada dari terminal-terminal di Banjarmasin dan wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan Palangka Raya dan sekitarnya,” kata Isfahani menjelaskan mekanisme logistik tersebut.

Selain menambah truk tangki, Pertamina menginstruksikan pengelola SPBU meningkatkan kesiagaan pelayanan. Perpanjangan waktu operasional menjadi langkah konkret untuk memecah kepadatan kendaraan pada jam-jam sibuk.

SPBU Jalur Strategis Siaga 24 Jam

Sejumlah SPBU di titik krusial kini beroperasi penuh selama 24 jam sebagai solusi jangka pendek mengurai kepadatan. Kebijakan ini memberi fleksibilitas bagi warga untuk mengisi BBM kapan saja tanpa harus terjebak antrean panjang pada siang hari.

“Sebagaimana komitmen, kami akan mengoperasikan SPBU kita 24 jam untuk penanganan kondisi ini,” pungkas Isfahani.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan wajar. Pemantauan distribusi dari Fuel Terminal Pulang Pisau terus berjalan intensif hingga kondisi seluruh SPBU di Kalimantan Tengah kembali normal.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: beritasampit.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top