KUALA KAPUAS — Angka kelulusan siswa SMK Maharati di Desa Buhut Jaya, Kecamatan Kapuas Tengah, mencatatkan tren positif pada tahun 2026. Sebanyak 79 wisudawan angkatan ketiga resmi dilepas, jumlah ini meningkat hingga 54 persen jika dibandingkan dengan total lulusan pada angkatan pertama sekolah tersebut.
Para wisudawan berasal dari dua program keahlian yang dirancang untuk kebutuhan industri saat ini. Sebanyak 51 siswa merupakan lulusan Jurusan Teknik Alat Berat (TAB), sementara 28 siswa lainnya menyelesaikan pendidikan di Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Peningkatan jumlah lulusan ini menjadi indikator tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di SMK Maharati. Sekolah ini berada di area operasional ring satu PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan dikelola bersama PT Tuah Turangga Agung (TTA) melalui Yayasan Bina Harati PAMA.
Presiden Direktur PT Pamapersada Nusantara (PAMA), Hendra Hutahean, menyebutkan bahwa momentum ini merupakan awal dari kolaborasi jangka panjang. Ia menekankan pentingnya sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam memajukan pendidikan di wilayah pedalaman.
“Apa yang kita rayakan hari ini adalah awal, bukan akhir. Ke depan, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat harus terus kita perkuat. Karena pendidikan bukan tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Hendra saat membuka acara pada Sabtu (9/5/2026).
Manajemen sekolah bersama perusahaan kini berfokus pada serapan lulusan melalui konsep "BMW". Skema ini dirancang agar para alumni memiliki daya saing tinggi dan tidak hanya bergantung pada satu jalur karier setelah lulus sekolah.
Melalui pendampingan karier, para siswa telah melewati pemetaan dan pembekalan karakter. Langkah ini diambil untuk memastikan tingkat penyerapan lulusan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di pedalaman Kalimantan Tengah.
Selain prosesi wisuda, dilakukan pula peletakan batu pertama program elektrifikasi di SMK Maharati. Inisiatif ini merupakan langkah berkelanjutan perusahaan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan sekaligus mendukung efisiensi energi di lingkungan sekolah.
Direktur PAMA sekaligus Presiden Direktur Energia Prima Nusantara (EPN), Chynthia Theresa AM, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menciptakan proses belajar yang lebih kondusif. Di sisi lain, langkah ini menjadi bagian dari upaya efisiensi konsumsi bahan bakar di lingkungan PAMA Group.
Fasilitas fisik yang terus diperbarui diharapkan mampu menunjang keahlian hidup siswa. Program ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan dalam membangun ekosistem pendidikan yang modern di tengah tantangan geografis wilayah pedalaman.