Kemenangan Sean Strickland atas Khamzat Chimaev dalam UFC 328 mengubah peta persaingan kelas menengah secara drastis. Berstatus underdog, petarung berjuluk "Tarzan" ini menang angka tipis setelah melewati duel berdarah selama lima ronde penuh.
Sean Strickland kembali mengguncang panggung Mixed Martial Arts (MMA) dunia. Dalam laga utama UFC 328, Strickland berhasil mematahkan dominasi Khamzat Chimaev yang sebelumnya sangat diunggulkan oleh para pengamat dan bursa taruhan. Kemenangan ini diraih melalui keputusan split decision yang memicu perdebatan hangat di kalangan penggemar.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi pendukung Chimaev. Petarung asal Chechnya tersebut masuk ke oktagon dengan status favorit kuat di angka -500, sementara Strickland hanya ditempatkan sebagai underdog +375. Namun, Strickland membuktikan bahwa ketangguhan mental dan volume serangan miliknya mampu meredam agresivitas gulat Chimaev yang selama ini ditakuti lawan-lawannya.
Dinamika pertandingan mencapai puncaknya pada ronde kelima. Setelah empat ronde yang sangat ketat, kedua petarung memasuki ronde terakhir dengan kondisi fisik yang terkuras. Di titik inilah Strickland menunjukkan keunggulan stamina dan disiplin taktik sesuai instruksi pelatihnya.
Pada ronde pamungkas, Strickland mulai mencampurkan pukulan kanan setelah jab-jab tajamnya mendarat berulang kali. Chimaev mencoba membalas dengan jual beli serangan, namun volume pukulan Strickland jauh lebih konsisten. Meski Chimaev beberapa kali mencoba melakukan takedown, Strickland mampu bertahan dengan baik atau segera bangkit berdiri setelah sempat terjatuh.
Berdasarkan catatan juri, ronde kelima inilah yang memisahkan hasil akhir. Juri Sal D’Amato dan Eric Colon memberikan nilai 10-9 untuk Strickland, sementara juri Sue Sanidad justru memenangkannya untuk Chimaev. Perbedaan penilaian di ronde terakhir ini yang akhirnya mengunci kemenangan bagi petarung asal Amerika Serikat tersebut.
Pertarungan ini menyajikan kontras gaya yang sangat kontras sejak bel pembuka. Berikut adalah rincian penilaian juri yang membagi kemenangan tersebut:
Dengan posisi skor 2-2 di mata ketiga juri memasuki ronde penentuan, performa Strickland di ronde kelima menjadi sangat krusial bagi kariernya ke depan. Ia kini kembali ke jalur perebutan sabuk juara yang sempat lepas dari genggamannya.
Bagi komunitas MMA, kekalahan Chimaev mengakhiri aura tak terkalahkan yang selama ini melekat padanya. Chimaev tampak bukan lagi "serigala lapar" yang biasanya menghancurkan lawan dalam waktu singkat. Sebaliknya, Strickland mengukuhkan diri sebagai petarung paling sulit ditebak di divisi 185 pound.
Strickland berhasil menetralisir senjata utama Chimaev dan memaksa laga berlangsung di area berdiri. Keberhasilan ini memberikan cetak biru bagi petarung lain tentang cara menghadapi Chimaev: pertahanan gulat yang disiplin dan tekanan konstan lewat jab. Kini, publik menanti apakah UFC akan memberikan Strickland kesempatan rematch untuk gelar juara atau justru mempertemukannya dengan penantang utama lainnya.
Sean Strickland memenangkan pertandingan melalui keputusan split decision setelah bertarung selama lima ronde penuh di UFC 328.
Keputusan disebut split decision karena dua juri (Sal D’Amato dan Eric Colon) memberikan skor 48-47 untuk kemenangan Strickland, sementara satu juri (Sue Sanidad) memberikan skor 48-47 untuk Chimaev.
Momen kunci terjadi pada ronde kelima di mana Strickland berhasil mempertahankan pertahanan gulat yang solid dan mendaratkan volume pukulan lebih banyak dibandingkan Chimaev.