PULANG PISAU — Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau memperkuat komitmen pengembangan sektor pendidikan melalui penyediaan infrastruktur strategis dan sinergi lintas kementerian. Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr Fajar Riza Ul Haq, M.A., di Aula Banama Tingang, Kantor Bupati Pulang Pisau, Sabtu (1/2).
Wakil Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Jayadikarta, menyambut langsung kehadiran rombongan kementerian tersebut. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi daerah untuk menyelaraskan program pendidikan lokal dengan kebijakan nasional. Jayadikarta menilai perhatian pemerintah pusat merupakan dorongan besar bagi percepatan kualitas pendidikan di Bumi Handep Hapakat.
Pemerintah daerah memandang pendidikan sebagai instrumen utama dalam memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan daya saing daerah. Oleh karena itu, koordinasi intensif dengan kementerian terkait terus dilakukan guna memastikan program-program strategis dapat terakomodasi dengan baik di tingkat kabupaten.
Sebagai bagian dari langkah nyata di lapangan, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau telah menyusun agenda besar untuk tahun anggaran 2025. Fokus utama terletak pada perbaikan sarana dan prasarana fisik sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan. Sebanyak 67 kegiatan revitalisasi satuan pendidikan siap dilaksanakan tahun ini.
Program revitalisasi tersebut mencakup perbaikan ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas penunjang lainnya. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi para siswa dan tenaga pengajar. Pemkab meyakini bahwa infrastruktur yang memadai berkorelasi langsung dengan efektivitas proses belajar mengajar.
“Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis,” tegas Ahmad Jayadikarta.
Satu proyek mercusuar yang menjadi sorotan dalam kunjungan Wamendikdasmen adalah inisiatif Sekolah Rakyat. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Sosial yang difokuskan pada penanggulangan kemiskinan melalui jalur pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Pemkab Pulang Pisau telah mengalokasikan lahan seluas 194.200 meter persegi di Desa Mantaren II, Kecamatan Kahayan Hilir. Dari total luas lahan tersebut, sekitar 76.000 meter persegi akan dikhususkan untuk pembangunan gedung dan fasilitas pendidikan utama. Lahan ini dipastikan merupakan aset sah milik pemerintah daerah dengan legalitas kepemilikan yang sudah tuntas.
Kepastian status lahan menjadi faktor krusial agar pembangunan fisik dapat segera dimulai tanpa kendala administratif. Letak lahan di Desa Mantaren II juga dinilai strategis untuk menjangkau aksesibilitas warga di wilayah Kahayan Hilir dan sekitarnya. Fasilitas ini diharapkan menjadi model pendidikan inklusif yang mampu menyerap anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Kehadiran Dr Fajar Riza Ul Haq di Pulang Pisau memberikan sinyal positif bagi keberlanjutan dukungan anggaran dan kebijakan dari Jakarta. Jayadikarta menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan tersebut, yang ia anggap sebagai bukti nyata bahwa pusat memberikan perhatian khusus pada pengembangan daerah di Kalimantan Tengah.
Pemerintah daerah berharap kunjungan ini berlanjut pada peningkatan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik maupun non-fisik untuk sektor pendidikan. Dengan keterbatasan APBD, dukungan dana dari pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemenuhan standar pelayanan minimal pendidikan di wilayah pelosok.
Melalui integrasi program Sekolah Rakyat dan revitalisasi puluhan sekolah, Pulang Pisau menargetkan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar daerah untuk menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.