PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran resmi meluncurkan empat program strategis pemerintah provinsi di kawasan Bundaran Besar, Palangka Raya, Sabtu (2/5/2026) malam. Momentum ini bertepatan dengan kembalinya gelaran Car Free Night bertajuk Huma Betang Night yang sempat vakum cukup lama.
Ribuan warga memadati ikon ibu kota Bumi Tambun Bungai tersebut sejak sore hari untuk menyaksikan pertunjukan seni budaya dan bazar produk lokal. Sebanyak 100 pelaku UMKM dilibatkan guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus merayakan dimulainya rangkaian Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
Salah satu program utama yang diperkenalkan adalah kanal aspirasi "Lapor Pak Gub". Layanan ini dirancang sebagai sarana komunikasi langsung antara masyarakat dengan pemerintah daerah guna memperpendek jarak birokrasi. Gubernur menekankan bahwa pemerintah harus hadir sebagai pelayan yang responsif terhadap setiap persoalan warga.
“Kami adalah pelayan masyarakat Kalimantan Tengah. Apa yang menjadi keluhan akan kami tindak lanjuti,” tegas Agustiar Sabran dalam sambutannya di hadapan ribuan pengunjung.
Setiap laporan yang masuk melalui kanal ini akan diproses secara terkoordinasi dengan perangkat daerah terkait. Bahkan, pemerintah akan melibatkan unsur Forkopimda jika diperlukan untuk menangani masalah pelayanan publik, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.
Selain kanal aspirasi, Pemprov Kalteng meluncurkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bundaran Besar. Kawasan eks Gedung KONI ini kini dikembangkan menjadi pusat interaksi publik dan ruang ekspresi kreatif. Revitalisasi ini bertujuan menyediakan destinasi wisata edukatif yang ramah keluarga di jantung Kota Palangka Raya.
Pemerintah juga merilis Kalender Event Hari Jadi ke-69 Kalteng lebih awal. Puncak peringatan dijadwalkan pada 23 Mei mendatang. Promosi yang dilakukan sejak awal Mei ini diharapkan mampu memaksimalkan persiapan serta menarik kunjungan wisatawan ke Kalimantan Tengah.
“Modernitas harus tetap berpijak pada adat dan budaya kita dalam bingkai NKRI,” ujar Pj Sekda Kalteng Linae Victoria Aden saat menyampaikan laporan kegiatan.
Sektor ekonomi kerakyatan turut menjadi sasaran melalui implementasi QRIS Merchant Bank Kalteng. Langkah digitalisasi ini menyasar pelaku UMKM yang berjualan di sepanjang area Huma Betang Night. Penggunaan transaksi non-tunai diharapkan memperkuat tata kelola keuangan pelaku usaha kecil di daerah.
Agustiar Sabran mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal fisik, tetapi juga membangun karakter dan optimisme masyarakat. Ia mengajak warga untuk menjaga kesehatan dan pola pikir positif sebagai modal utama memajukan daerah.
“Kalau hati baik artinya sehat. Kalau sehat artinya pikiran positif,” kata Agustiar singkat.
Filosofi Huma Betang tetap menjadi pijakan utama dalam setiap kebijakan yang diambil. Nilai toleransi, gotong royong, dan kebersamaan di tengah arus globalisasi dianggap sebagai kunci keberhasilan sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat Kalteng.