SAMPIT — Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur Umar Kaderi menyatakan program Cek Kesehatan Gratis tidak dihentikan, tetapi pola pelayanannya disesuaikan dengan kondisi udara yang memburuk. Tenaga kesehatan diminta bertahan di puskesmas dan tempat pelayanan yang sudah disiapkan.
Sebelumnya, Dinkes Kotim menjalankan sistem jemput bola dan menyosialisasikan CKG melalui pengurus RT untuk memperluas jangkauan. Kini puskesmas menjadi prioritas utama pelayanan.
Mengapa Pemeriksaan Keliling Dikurangi
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan membuat frekuensi kegiatan petugas turun ke lapangan berkurang. Umar menyebut keselamatan rekan-rekan di lapangan tetap harus diperhatikan.
"CKG ini kan salah satu program nasional yang memang wajib kami lakukan, hanya saja karena situasi seperti ini, teman-teman tenaga kesehatan lebih bertahan di puskesmas atau di tempat-tempat yang sudah kita siapkan," kata Umar di Sampit, Jumat.
Target CKG 2026 yang ditetapkan Kementerian Kesehatan sebesar 46 persen dari jumlah penduduk. Capaian Kotim saat ini 32 persen, sehingga Dinkes memerintahkan puskesmas gencar melaksanakan program.
"Makanya kami perintahkan teman-teman puskesmas supaya gencar melaksanakan CKG. Namun, karena kondisi kabut asap yang memang cukup tebal, ada kemungkinan frekuensi kegiatan CKG yang keluar atau mobile itu akan agak terganggu," imbuhnya.
Air Sungai Mentaya Payau, Warga Diminta Cari Sumber Alternatif
Selain soal CKG, Dinkes Kotim menyoroti kualitas air bersih di tengah musim kemarau. Air baku PDAM yang bersumber dari Sungai Mentaya terdampak intrusi air laut sehingga menjadi payau dan asin.
Umar mengimbau warga menggunakan sumber air alternatif yang lebih layak, seperti sumur bor dalam, sumur biasa dengan memperhatikan kualitasnya, atau air produksi dari Desa Rubung Buyung.
"Air payau ini jangankan untuk dikonsumsi, untuk mandi pun kita bisa gatal-gatal. Kami sendiri merasakan seperti itu," ungkapnya.
UMKM Makanan dan Minuman Diminta Jaga Kebersihan Bahan Baku
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang memproduksi makanan dan minuman menjadi perhatian tersendiri. Dinkes akan terus mengimbau mereka memperhatikan kebersihan, keamanan bahan baku, serta penggunaan air yang memenuhi syarat kesehatan.
"Kami minta ini juga menjadi perhatian dari para pelaku UMKM, untuk selalu mematuhi aturan terkait cara membuat produk makanan yang memenuhi standar. Hindari penggunaan air yang sudah tidak layak kualitasnya," demikian Umar.
Dinkes Kotim berharap warga tetap memanfaatkan layanan CKG di puskesmas agar deteksi dini masalah kesehatan tidak terhenti di tengah kondisi lingkungan yang kurang mendukung.