KALIMANTAN TENGAH — Insiden terjadi di runway 03-21 dan telah dikonfirmasi oleh pihak Bandara Sultan Hasanuddin. Hingga kini, proses evakuasi pesawat masih berlangsung dan melibatkan personel bandara setempat.
Meski terjadi gangguan di area landasan pacu, aktivitas penerbangan di bandara tersebut tidak mengalami kelumpuhan. Pihak pengelola memastikan operasional bandara dan jadwal penerbangan tetap berjalan normal di tengah proses evakuasi yang tengah dilakukan.
Cassa merupakan jenis pesawat angkut sedang bermesin turboprop ganda. Pesawat ini dirancang untuk kebutuhan sipil maupun militer, dan kerap digunakan untuk mobilitas logistik serta personel di daerah terpencil.
Kapabilitas pesawat ini memang dikenal tangguh untuk pendaratan di medan yang sulit. Namun, insiden di Bandara Hasanuddin menunjukkan bahwa operasi di landasan pacu utama tetap memiliki risiko tersendiri.
Runway yang terganggu adalah runway 03-21, salah satu jalur utama di bandara kebanggaan Sulawesi Selatan ini. Meski begitu, tidak ada laporan mengenai penundaan penerbangan yang signifikan akibat kejadian tersebut.
Proses evakuasi yang cepat menjadi kunci agar roda penerbangan tidak sampai terganggu lebih lama. Pihak bandara tampak sigap bergerak sejak insiden dilaporkan terjadi pada tengah hari tadi.
Belum ada pernyataan resmi lebih lanjut mengenai penyebab tergelincirnya pesawat tersebut. Publik masih menunggu hasil investigasi dari pihak terkait untuk memastikan tidak ada masalah teknis yang membahayakan.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan penerbangan, baik sipil maupun militer, bergantung pada koordinasi yang ketat antara pengelola bandara dan pengguna jasa penerbangan. Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kerugian material maupun korban jiwa dalam peristiwa ini.