Karhutla di Luwuk Bunter Kotim Kepung Dua Orangutan, Warga Jaga Lahan Siang-Malam

Penulis: Puguh Triyono  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:23:31 WIB
Dua ekor orangutan terlihat berlari menjauh saat warga membersihkan jalur pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Desa Luwuk Bunter, Kotawaringin Timur.

SAMPIT — Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, tidak hanya mengancam lahan warga, tetapi juga membahayakan satwa liar yang hidup di sekitar area tersebut. Dua ekor orangutan terlihat melarikan diri saat warga tengah membersihkan jalur untuk keperluan pemadaman.

Dua Orangutan Lari Saat Warga Membersihkan Jalur

Dayat, seorang warga yang berada di lokasi, menuturkan kedua satwa dilindungi itu biasa berkeliaran di kawasan tersebut. Namun, saat timbul kepulan asap dan warga berupaya membersihkan jalur, kedua orangutan itu langsung berlari menjauh.

"Tadi saat kami bersihkan jalur lahan, dua orangutan yang biasa berkeliaran di sini lari," ujar Dayat, Selasa (25/8/2026).

Menurut Dayat, kedua orangutan tersebut terlihat saat kondisi kawasan masih diselimuti kepulan asap pekat. Meski demikian, warga tetap melanjutkan pembersihan jalur untuk memudahkan akses petugas dan mencegah api semakin meluas ke area lain.

Warga Bertahan Siang-Malam Jaga Lahan dari Bara Api

Karhutla yang melanda kawasan Luwuk Bunter dan Sungai Paring membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan selama berhari-hari. Warga secara bergantian berjaga di sekitar lahan untuk mengantisipasi bara api yang masih tersisa di dalam tanah agar tidak kembali menyala dan merambat ke kebun.

Peralatan seadanya menjadi andalan utama warga dalam melakukan pemadaman. Ketika api atau asap kembali muncul, warga langsung bergerak memadamkan dengan air yang dibawa secara estafet dari permukiman.

Upaya penjagaan ini bukan hanya dilakukan pada siang hari. Warga mengambil sistem piket bergantian hingga malam hari karena risiko bara api yang masih membara di dalam lahan gambut dinilai sangat tinggi.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: beritasampit.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top