Sembilan Bandara di Kalimantan Tengah Jadi Tulang Punggung Konektivitas, Pemprov Dorong Perkuat Sinergi Pelayanan Udara

Penulis: Puguh Triyono  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 18:50:01 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah Yulindra Dedy menghadiri Rakorwil Otban Wilayah VII di IKN, Rabu (19/8/2026).

PALANGKA RAYA — Kalimantan Tengah (Kalteng) mengandalkan sembilan bandar udara untuk menjaga keterhubungan antarwilayah yang membentang luas di provinsi tersebut. Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Yulindra Dedy, menyatakan infrastruktur ini menjadi kunci dalam mendukung aktivitas pemerintahan, perekonomian, dan distribusi barang.

Pernyataan itu disampaikan Yulindra saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Rabu, 19 Agustus 2026. Ia menegaskan pentingnya peran seluruh bandara dalam melayani mobilitas masyarakat di berbagai kabupaten.

Sebaran Bandara dari Palangka Raya hingga Puruk Cahu

Yulindra merinci sembilan bandara yang tersebar di sejumlah daerah tersebut. Bandar Udara Tjilik Riwut di Palangka Raya menjadi gerbang utama provinsi, didukung Bandar Udara H. Asan di Sampit dan Bandar Udara Iskandar di Pangkalan Bun.

Selain itu, terdapat Bandar Udara H.M. Sidik, Bandar Udara Sanggu di Buntok, Bandar Udara Kuala Kurun, serta Bandar Udara Kuala Pembuang. Dua lainnya adalah Bandar Udara Tumbang Samba dan Bandar Udara Khusus Dirung di Puruk Cahu.

Sinergi Jadi Kunci Perkuat Layanan Penerbangan

Menurut Yulindra, peningkatan pelayanan transportasi udara tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar layanan yang diberikan kepada masyarakat terus membaik.

“Keberadaan bandar udara penting untuk memperkuat konektivitas Kalteng, sekaligus mendukung pemerintahan, perekonomian, distribusi barang, dan keterhubungan antarwilayah,” kata Yulindra dalam keterangannya.

Ia menambahkan, sinergi tersebut juga perlu diarahkan pada penguatan peran masing-masing pihak dalam menjaga keberlanjutan pelayanan. Pemerintah Provinsi Kalteng berkomitmen terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengidentifikasi kebutuhan serta menangani berbagai aspek konektivitas udara.

Perhatian Khusus untuk Bandara Khusus

Yulindra turut menyoroti keberadaan bandara berstatus khusus, termasuk yang melayani kepentingan umum. Menurutnya, keberadaan bandara jenis ini perlu menjadi perhatian dalam penataan dan pengembangan konektivitas udara di Kalteng.

“Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian dalam upaya penataan dan pengembangan konektivitas transportasi udara di Kalteng,” paparnya.

Penguatan konektivitas udara dinilai mampu memperluas manfaat bagi masyarakat, mempercepat mobilitas orang dan barang, serta mendukung pembangunan di berbagai sektor. Pemprov Kalteng menegaskan komitmennya membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah pusat serta seluruh pemangku kepentingan.

“Harapannya, konektivitas transportasi udara di Kalteng semakin terintegrasi dan mampu memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah,” pungkas Yulindra.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: beritasampit.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top