PALANGKA RAYA — Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto menilai penanganan karhutla di Palangka Raya perlu dievaluasi menyeluruh. Sorotan utama, kata dia, terletak pada kesiapan sarana dan prasarana pemadaman yang dinilai belum optimal.
Menurut Sigit, pengadaan mobil pemadam kebakaran tidak akan berjalan efektif tanpa dukungan ketersediaan bahan bakar minyak dan anggaran operasional yang memadai.
"Saya menilai penanganan karhutla perlu dievaluasi secara menyeluruh, terutama terkait kesiapan sarana dan prasarana pemadaman. Selain itu pengadaan mobil pemadam kebakaran tidak akan optimal apabila tidak didukung ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan anggaran operasional yang memadai," kata Sigit.
Mobil Pemadam Ada, BBM dan Anggaran Operasional Jadi Kendala
Politisi PDI Perjuangan itu menyoroti persoalan pembiayaan operasional yang selama ini dibebankan kepada pemerintah daerah. Menurut dia, kondisi itu membuat penanganan karhutla tidak berjalan maksimal.
"Membeli mobil pemadam, tetapi BBM-nya tidak ada," ujar mantan Ketua DPRD Kota Palangka Raya tersebut.
Ia menilai penanganan kabut asap tidak cukup hanya mengandalkan upaya pemadaman di lapangan. Perlindungan terhadap kesehatan masyarakat yang terdampak juga harus menjadi bagian dari langkah penanganan.
Kemenkes Diminta Siapkan Fasilitas Kesehatan dan Obat-obatan
Sigit berharap Kementerian Kesehatan mengambil peran aktif dengan memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan. Sarana dan prasarana medis serta ketersediaan obat-obatan perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi dampak paparan asap.
"Sekarang kami berharap Kementerian Kesehatan turut turun tangan. Sarana dan prasarana serta obat-obatan harus dipersiapkan. Pemerintah harus sesegera mungkin mengambil langkah-langkah cepat," katanya.
Mantan Ketua Umum Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia periode 2020-2025 itu menekankan bahwa penanganan kabut asap membutuhkan respons cepat dan koordinasi lintas kementerian serta pemerintah daerah.
Kelompok Rentan Jadi Prioritas Perlindungan
Pria yang akrab disapa SKY itu menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan disebut paling berisiko terdampak kabut asap.
Sigit berharap pemerintah memperkuat upaya penanggulangan karhutla sekaligus memastikan perlindungan kesehatan bagi warga Palangka Raya dan wilayah Kalimantan Tengah lainnya yang terdampak.