Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 di UPR Palangka Raya, Rektor Bacakan Pesan Patriotik-Gigih-Berempati

Penulis: Rendi Kusuma  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:16:01 WIB
Rektor UPR Prof. Bhayu Rhama membacakan sambutan Menpora pada upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Aula Rahan Gedung Rektorat UPR, Rabu (28/10/2026).

PALANGKA RAYA — Universitas Palangka Raya menyelenggarakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Aula Rahan, Lantai II Gedung Rektorat UPR, Rabu (28/10/2026). Upacara tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas dan unit kerja, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa.

Rektor UPR Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam kesempatan itu, ia membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang menekankan pentingnya membangun generasi muda dengan tiga karakter utama.

Tiga Karakter yang Ditekankan dalam Sambutan Menpora

Karakter pertama adalah patriotik, yang menurut pesan dalam sambutan tersebut perlu diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi bangsa, bukan sebatas ungkapan. Karakter kedua adalah kegigihan, yang tercermin dari kemampuan bertahan menghadapi kesulitan, bangkit setelah gagal, dan terus berupaya memberi kontribusi terbaik.

Adapun sikap empati menjadi landasan agar generasi muda tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi. Empati membuat kaum muda peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di sekitarnya.

“Kemajuan sejati dimulai dari manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama. Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati,” demikian petikan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan Rektor UPR.

Patriotisme Tanpa Kepedulian Dinilai Kehilangan Makna

Sambutan itu juga mengingatkan bahwa semangat kebangsaan harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Patriotisme tanpa kepedulian dinilai akan kehilangan makna, sedangkan perjuangan tanpa nurani dapat kehilangan arah.

“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” lanjut petikan sambutan tersebut.

Pesan itu menjadi pengingat bagi kalangan pemuda, termasuk mahasiswa, untuk mengambil peran dalam pembangunan dengan mengedepankan integritas, ketangguhan, dan kepedulian sosial.

Komitmen UPR Dorong Kreativitas dan Kepemimpinan Mahasiswa

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi kesempatan bagi UPR untuk terus mendorong mahasiswa mengembangkan potensi diri, berani berinovasi, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan masa depan. Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan kreativitas dan kepemimpinan mahasiswa sebagai bagian dari persiapan menyongsong Indonesia Emas 2045.

Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui kontribusi nyata di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

“Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” demikian pesan penutup sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: katakata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top