KALIMANTAN TENGAH — Real Madrid resmi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat China setelah komentar Kylian Mbappe soal Mao Zedong memicu kemarahan. Klub menegaskan dukungan penuh atas permintaan maaf sang pemain dan menekankan komitmen terhadap nilai saling menghormati.
Permohonan maaf itu dirilis langsung oleh Real Madrid melalui pernyataan resmi klub. Los Blancos menegaskan mereka menaruh rasa hormat yang besar terhadap masyarakat China, termasuk jutaan penggemar yang mencintai Real Madrid di sana.
Pernyataan tersebut muncul setelah komentar Mbappe dalam sebuah gurauan yang menyandingkan dirinya dengan Mao Zedong beredar luas dan memicu reaksi keras publik China.
Dalam pernyataannya, Real Madrid menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada rakyat China atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pernyataan yang disampaikan pemain mereka, Kylian Mbappe.
"Klub kami menaruh rasa hormat yang mendalam terhadap China, sejarahnya, budayanya, serta masyarakatnya, termasuk jutaan penggemar di China yang memiliki rasa cinta dan kekaguman terhadap Real Madrid," tulis Real Madrid dalam pernyataan resmi mereka.
Real Madrid juga menyatakan dukungan terhadap permohonan maaf yang telah disampaikan Kylian Mbappe. Menurut klub, Mbappe telah menunjukkan penyesalan atas aksinya tersebut.
"Klub mendukung permohonan maaf yang disampaikan secara terbuka oleh Kylian Mbappe, ketika sang pemain sudah menyatakan penyesalan atas perkataan serta menegaskan rasa hormat kepada masyarakat China," lanjut pernyataan klub.
Los Blancos menegaskan kembali komitmennya terhadap nilai-nilai saling menghormati, hidup berdampingan, dan pemahaman lintas budaya, serta keinginan untuk terus mempererat persahabatan yang menghubungkan klub dengan China dan masyarakatnya.
Mbappe sering dikenal sebagai sosok diktator di lapangan. Gurauan itu kemudian membuat sejumlah meme beredar yang menyandingkan Mbappe dengan sejumlah tokoh dunia.
Ketika Mbappe ikut berkomentar saat dirinya disandingkan dengan Mao Zedong, di situlah rakyat China marah. Reaksi keras publik China membuat Real Madrid bergerak cepat merilis permohonan maaf resmi.
Langkah klub ini menegaskan posisi Real Madrid yang selalu menjunjung tinggi sikap saling menghormati, terutama terhadap pasar dan basis penggemar besarnya di China.