ISPU Sampit Tembus 1.270, Jarak Pandang Cuma 100 Meter Akibat Kabut Asap Karhutla

Penulis: Surya Dinata  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 11:47:31 WIB
Kabut asap karhutla menyelimuti Sampit dengan jarak pandang hanya sekitar 100 meter pada pagi hari.

SAMPIT — Data aplikasi ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup mencatat ISPU PM10 di Sampit mencapai 1.270 pada pukul 07.00 WIB. Parameter PM2,5 juga berada di angka sangat tinggi, yakni 713. Kedua angka itu menempatkan kualitas udara Kotim pada level berbahaya bagi kesehatan warga.

Jarak Pandang 100 Meter, Angin Diam

BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit mencatat jarak pandang pada pukul 07.00 WIB hanya sekitar 100 meter. Pada waktu yang sama, kecepatan angin tercatat 0 kilometer per jam. Kondisi itu membuat asap bertahan pekat di permukaan dan tidak tersapu angin.

Kabut asap tidak hanya mengganggu penglihatan pengendara. Udara pagi terasa menyesakkan, sementara mata perih menjadi keluhan yang muncul ketika asap semakin tebal.

ISPU Berubah-ubah, Warga Diminta Pantau Informasi Resmi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotim, Gusti Mukafi, menjelaskan bahwa angka ISPU bergerak mengikuti kepekatan asap dari waktu ke waktu.

"ISPU tergantung kepekatannya. Jadi berubah-ubah, kadang pagi jam 06.00 atau jam 07.00 bisa berubah lagi," katanya.

Meski angkanya dinamis, Gusti meminta warga tetap waspada selama kabut asap menyelimuti Sampit. Pemantauan kualitas udara perlu dilakukan berkala agar informasi yang diterima masyarakat tidak tertinggal dari kondisi lapangan.

Masker Jadi Langkah Minimal Saat Terpaksa Keluar Rumah

Aktivitas warga di sejumlah ruas jalan raya masih berjalan, termasuk pelajar yang berangkat ke sekolah. Kendaraan tetap berlalu-lalang di tengah udara yang tercatat berbahaya.

Gusti Mukafi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memakai masker ketika terpaksa beraktivitas di luar ruangan.

"Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, untuk mengurangi paparan partikel berbahaya dari asap," imbaunya.

Selain masker, warga diminta membatasi kegiatan di luar rumah selama kualitas udara belum membaik. Anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan atau penyakit jantung perlu mendapat perhatian khusus karena lebih rentan terhadap dampak pencemaran.

Masker yang sesuai membantu menekan paparan partikel, tetapi bukan pengganti upaya menghindari udara tercemar. Jika memungkinkan, warga sebaiknya tetap di dalam ruangan dengan udara lebih bersih dan mengurangi aktivitas fisik berat.

Karhutla Kembali Jadi Akar Masalah

Angka ISPU 1.270 di Sampit menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan belum tuntas. Pemantauan kualitas udara dan penyampaian informasi cepat ke warga menjadi kunci selama asap masih pekat.

Warga diharapkan terus memantau informasi resmi kualitas udara dan mengikuti imbauan kesehatan untuk mengurangi risiko paparan asap.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: seputarborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top