Dinkes Pangkalpinang Libatkan Suami dalam Gerakan Ibu Hamil Sehat 2026

Penulis: Teguh Prasetyo  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:54:01 WIB
Ibu hamil bersama suami mengikuti Gerakan Ibu Hamil Sehat 2026 di Taman Wilhelmina, Pangkalpinang.

KALIMANTAN TENGAH — Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang menggelar Gerakan Ibu Hamil Sehat 2026 dengan melibatkan 60 ibu hamil bersama suami di Taman Wilhelmina, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menegaskan bahwa dukungan suami jadi kunci menekan risiko kematian ibu dan anak, bukan hanya tugas tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Mangoloi Manalu, menyebut kegiatan ini sebagai upaya mewujudkan ibu hamil yang sehat sekaligus mendorong pelayanan kesehatan maksimal selama masa kehamilan. Ia menekankan pentingnya perhatian sejak masa kehamilan agar risiko kematian ibu dan anak bisa ditekan.

Pendampingan suami selama kehamilan hingga persalinan menjadi fokus utama gerakan ini. Menurut Hisar, kesehatan ibu hamil tidak bisa hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga butuh dukungan keluarga terdekat.

Mengapa Suami Perlu Terlibat Sejak Awal Kehamilan

Kehadiran suami di setiap pemeriksaan kehamilan memberi dampak nyata bagi kesehatan ibu. Ibu yang didampingi cenderung lebih rutin memeriksakan kandungan dan lebih terbuka menceritakan keluhan yang dirasakan.

Dukungan emosional dari pasangan juga membantu ibu mengelola stres selama kehamilan. Kondisi ini berpengaruh pada tekanan darah, pola makan, dan kualitas istirahat ibu sehari-hari.

Peran Suami yang Bisa Dilakukan di Rumah

Ada beberapa hal sederhana yang bisa suami lakukan untuk mendukung kehamilan istri. Mulai dari mengingatkan jadwal kontrol, menyiapkan makanan bergizi, hingga menemani aktivitas fisik ringan seperti jalan pagi.

  • Mengantar istri ke posyandu atau puskesmas saat jadwal pemeriksaan.
  • Membantu memenuhi asupan gizi, termasuk tablet tambah darah.
  • Mengenali tanda bahaya kehamilan dan segera mencari bantuan.
  • Mengurangi beban kerja rumah agar istri cukup istirahat.

Keterlibatan ini bukan sekadar formalitas. Suami yang memahami kondisi kehamilan istri bisa lebih sigap mengambil keputusan ketika muncul tanda bahaya.

Tanda Bahaya Kehamilan yang Wajib Diwaspadai

Beberapa keluhan saat hamil bisa menjadi sinyal serius yang butuh penanganan cepat. Ibu dan suami perlu mengenali tanda-tanda ini agar tidak terlambat ke fasilitas kesehatan.

  • Pendarahan dari jalan lahir.
  • Nyeri kepala hebat disertai pandangan kabur.
  • Bengkak pada kaki, tangan, atau wajah yang muncul tiba-tiba.
  • Demam tinggi atau kejang.
  • Air ketuban keluar sebelum waktunya.

Jika salah satu tanda muncul, segera hubungi bidan atau datang ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunggu keluhan memburuk.

Dukungan Keluarga sebagai Pondasi Kesehatan Ibu dan Bayi

Gerakan Ibu Hamil Sehat 2026 di Pangkalpinang menunjukkan bahwa kesehatan ibu adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah menyediakan layanan, tetapi keluarga menjadi pendamping pertama di rumah.

Bagi ibu hamil di daerah lain, prinsip yang sama berlaku. Libatkan suami dalam setiap tahap kehamilan, mulai dari pemeriksaan rutin hingga persiapan persalinan.

Semakin aktif keluarga mendampingi, semakin besar peluang ibu dan bayi melewati masa kehamilan dengan sehat dan aman.

Reporter: Teguh Prasetyo
Sumber: faktaberita.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top