Operasi Udara Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tengah Terhenti Sepekan Lebih, Visibilitas Jadi Penghalang

Penulis: Surya Dinata  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 09:18:01 WIB
Helikopter water bombing di Kalimantan Tengah tidak dapat terbang akibat visibilitas rendah.

PALANGKA RAYA — Helikopter water bombing di Kalimantan Tengah sudah hampir sepekan lebih tidak bisa terbang. Jarak pandang yang sangat tebal membuat operasi udara, termasuk helikopter bombing dan operasi modifikasi cuaca, tidak dapat dijalankan.

Suharyanto menyampaikan laporan itu dalam rapat terbatas perkembangan penanganan karhutla di Istana Merdeka. Ia menyebut Satgas Udara sebenarnya sudah mencoba bergerak dari dua pangkalan, yakni Palangka Raya Tjilik Riwut dan Samsoedin Noer Banjarmasin.

"Sementara untuk Satgas Udara kami sudah coba bergerak baik dari Palangka Raya Tjilik Riwut maupun dari Samsoedin Noer Banjarmasin, sementara belum tembus karena visibility yang sangat tebal," jelas Suharyanto.

Mengapa Operasi Udara Tidak Bisa Dijalankan

Visibilitas rendah tidak hanya menghambat helikopter water bombing. Operasi modifikasi cuaca hingga penerbangan pesawat komersial di Kalimantan Tengah juga tidak dapat berjalan.

"Dan di Kalimantan Tengah ini operasi-operasi udara, baik helikopter bombing, operasi modifikasi cuaca maupun pesawat komersial. Sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah," ujar Suharyanto.

Kondisi itu membuat penanganan karhutla di wilayah tersebut bergantung pada operasi darat. Menurut Suharyanto, pendekatan itu tetap menjadi prioritas selama udara belum bisa ditembus.

"Karena Kalimantan Tengah khususnya, tadi kami laporkan bahwa untuk heli water bombing ini sudah hampir seminggu lebih tidak bisa terbang karena visibility rendah," ulangnya.

Dua Provinsi Masih Terkategori Berat

Hingga 12 Oktober 2026, BNPB mencatat dua provinsi yang mengalami karhutla cukup berat, yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Di wilayah lain, kebakaran sebenarnya masih muncul, tetapi lebih mudah dipadamkan.

BNPB mengerahkan helikopter water bombing untuk lokasi yang sulit dijangkau. Sejumlah titik yang disebut antara lain Taman Nasional Way Kambas, Tanjung Puting di Pangkalan Bun, dan Halmahera Timur di Maluku Utara.

"Kemudian juga untuk di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan ini tetap kami masih menitikberatkan pada operasi darat," imbuh Suharyanto.

Operasi Darat Jadi Andalan Sementara

Dengan terhentinya operasi udara, tim gabungan di Kalimantan Tengah mengandalkan jalur darat untuk menjangkau titik-titik api. Cara itu ditempuh sembari menunggu kondisi jarak pandang membaik.

Belum ada keterangan resmi soal berapa luas lahan yang terbakar maupun jumlah titik panas yang masih aktif di provinsi ini. BNPB menyatakan akan terus memantau perkembangan visibilitas sebagai dasar untuk kembali mengerahkan armada udara.

Reporter: Surya Dinata
Sumber: kompas.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top