Bupati Sukamara Masduki menyerahkan bantuan alat pemadam kebakaran kepada Pemerintah Desa Sukaraja untuk memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi karhutla. Penyerahan bantuan disertai audiensi bersama aparatur desa, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat. Data BPBD Sukamara mencatat 444,95 hektare lahan terbakar sejak Januari hingga 29 Agustus 2026.
SUKAMARA — Bantuan alat pemadam kebakaran diserahkan langsung oleh Bupati Sukamara Masduki dalam pertemuan di Desa Sukaraja. Alat tersebut ditujukan bagi kelembagaan desa dan masyarakat agar mampu melakukan penanganan awal saat kebakaran terjadi. Masduki menekankan pentingnya perawatan agar peralatan bisa difungsikan optimal.
"Kita ingin memperkuat lini terdepan dalam penanganan awal musibah kebakaran. Jadi, kami berharap alat ini dirawat dan dapat difungsikan secara optimal oleh kelembagaan desa serta masyarakat setempat," ujarnya.
Data BPBD Sukamara menunjukkan luas lahan terbakar sejak Januari hingga 29 Agustus 2026 mencapai 444,95 hektare. Sekitar 204,35 hektare di antaranya sudah berhasil dipadamkan. Angka itu menempatkan kesiapsiagaan tingkat desa sebagai kebutuhan mendesak, bukan sekadar program seremonial.
Hingga 31 Agustus 2026, aplikasi BRIN mencatat 1.162 titik panas di wilayah Sukamara. Jumlah titik panas menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan yang perlu diantisipasi petugas bersama warga.
Pemerintah desa dan warga menjadi pihak pertama yang bersinggungan langsung dengan titik api sebelum tim pemadam tiba. Karena itu, peralatan yang memadai di tingkat desa memperpendek waktu respons. Penanganan awal yang cepat mencegah api meluas ke area lebih besar.
Masduki juga mengingatkan peran pemerintah desa dan masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan. "Saya juga ingatkan pentingnya peran pemerintah desa dan masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada kondisi yang rawan terjadi karhutla," katanya.
Pertemuan di Desa Sukaraja juga dimanfaatkan Masduki untuk menyerap aspirasi warga secara langsung. Audiensi dihadiri aparatur desa, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat. Sejumlah isu dibahas, mulai dari pembangunan desa, peningkatan sarana publik, hingga penguatan kerukunan sosial.
Pemerintah daerah menyatakan akan terus berkoordinasi dengan masyarakat di tingkat desa. Tujuannya memastikan pelaksanaan program pembangunan sesuai kebutuhan warga, bukan hanya berdasarkan perencanaan dari atas.
Penyerahan alat pemadam menjadi langkah awal penguatan kesiapsiagaan desa. Pemerintah Kabupaten Sukamara diharapkan melanjutkan pendampingan teknis agar peralatan terawat dan siap dipakai kapan pun dibutuhkan.