PULANG PISAU — Bantuan yang diserahkan mencakup satu unit mesin pompa Robin 5 HP, empat rol selang outlet 1,5 inci sepanjang 20 meter, selang isap spiral 3 inci sepanjang 6 meter, nozzle 1,5 inci, cabang Y ukuran 1,5 x 1,5 inci, tandon 900 liter, serta drat barcino 2 inci.
Senior Manager Corporate Affairs CAA Group Region Pulang Pisau, Raden Agus Hiramawan, menyatakan penanganan karhutla menuntut keterlibatan banyak pihak. Dukungan dunia usaha, menurutnya, perlu diarahkan pada kebutuhan riil di lapangan.
"Karhutla bukan persoalan satu pihak. Bantuan sarana ini kami harapkan dapat memperkuat kesiapan personel di lapangan, terutama agar ketika terjadi kebakaran, respons bisa dilakukan lebih cepat dan efektif. Ini bukan sekadar soal bantuan, tetapi bagaimana seluruh pihak memiliki kemampuan untuk bergerak bersama," ujar Raden.
Raden menambahkan, langkah perusahaan sejalan dengan harapan Bupati Pulang Pisau agar dunia usaha ikut membantu Pemkab dalam penanganan karhutla. Sebelumnya, sapras pemadam juga telah disalurkan ke desa-desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dukungan logistik bagi posko karhutla di Kecamatan Banama Tingang dan Kahayan Tengah menjadi bagian dari rangkaian bantuan tersebut. Sasaran akhirnya adalah melengkapi sarana Masyarakat Peduli Api sekaligus memperkuat pencegahan berbasis warga.
Kapolsek Banama Tingang, IPDA Fasca Candra Lukmana, SS, menyebut bantuan dari PT AGL sangat membantu personel. Sebelumnya, sejumlah peralatan masih harus dipinjam saat terjadi kebakaran.
Penanganan di wilayahnya dilakukan lewat kolaborasi bersama Forkopimcam, TNI, MPA, dan masyarakat. Polsek Banama Tingang telah membentuk pos komando serta pos lapangan di Desa Hanua dan Desa Pahawan.
Data yang dimiliki kepolisian mencatat 19 titik api terpantau, menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 31 titik. Meski demikian, kesiapsiagaan tetap dijaga karena curah hujan masih minim.
"Evaluasi kami ke depan, karena musim kemarau masih panjang dan curah hujan sangat minim, kami membutuhkan sumber air baru. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor di beberapa titik strategis yang dapat mencakup beberapa lokasi rawan kebakaran," ungkap Fasca.
Kebutuhan lain yang belum terpenuhi adalah armada angkutan untuk mobilisasi personel dan sarana menuju lokasi kebakaran. Fasca menyebut hal itu sebagai bagian dari evaluasi ke depan.
Di wilayah hukum Polsek Kahayan Tengah, Kapolsek IPDA Muchlis Aryanto, SH, menyatakan bantuan sapras dari PT CTAA turut mempercepat penanganan. Penanganan melibatkan BPBD, Forkopimcam, BKO personel Polres Pulang Pisau, TNI, pemerintah desa, Damkar Kabupaten Pulang Pisau, Tim Damkar CTAA, dan MPA.
Desa Tuwung, Pamarunan, dan Bukit Rawi tetap menjadi perhatian dalam pemantauan. Kondisi kebakaran disebut mulai berkurang dan relatif terkendali.
Jajaran Polsek Kahayan Tengah terus melakukan pemantauan serta sosialisasi kepada masyarakat soal bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar. Kendala yang masih dihadapi adalah ketersediaan sumber air, karena sejumlah sumur bor mulai mengering.