Komunitas Tangan Diatas menyalurkan 7.200 liter air bersih siap minum bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Penyaluran dilakukan pada Senin (21/9/2026) dengan mengisi galon-galon warga yang kesulitan mendapat air bersih di tengah musim kemarau. Bantuan ini menyasar kebutuhan paling mendesak, yakni air yang bisa langsung dikonsumsi tanpa diolah lagi.
PULANG PISAU — Komunitas Tangan Diatas mengerahkan relawan untuk mendistribusikan air bersih ke permukiman warga di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Sebanyak 7.200 liter air disiapkan agar bisa langsung diminum tanpa proses pemasakan. Warga menerima air tersebut melalui galon yang diisi ulang di titik penyaluran.
Mengapa Air Siap Minum Jadi Prioritas
Kekeringan yang berkepanjangan membuat sumber air warga mengering, sementara karhutla menambah beban kualitas air di sekitar permukiman. Kondisi itu membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan harian, terutama untuk minum.
Air yang disalurkan dipilih yang bisa langsung dikonsumsi agar tidak membebani warga dengan proses tambahan. Relawan mengisi galon warga satu per satu di lokasi penyaluran.
Wilayah yang Terdampak Karhutla dan Kekeringan
Desa Tumbang Nusa menjadi salah satu titik yang merasakan dampak langsung musim kemarau di Kalimantan Tengah. Kebakaran hutan dan lahan memperparah situasi karena asap dan abu turut memengaruhi ketersediaan air bersih.
Penyaluran air bersih menjadi salah satu bentuk bantuan paling dibutuhkan warga di wilayah tersebut. Kebutuhan air minum tidak bisa ditunda meski bantuan logistik lain juga diperlukan.
Peran Relawan di Lapangan
Relawan komunitas bergerak langsung ke permukiman warga untuk memastikan air sampai ke penerima. Proses pengisian galon dilakukan di lokasi agar warga tidak perlu menempuh jarak jauh mencari air.
Langkah itu dinilai lebih efektif dibandingkan warga harus mencari sumber air sendiri di tengah kondisi kering. Distribusi air bersih menjadi salah satu penopang utama bagi warga yang terdampak karhutla dan kekeringan di Kalimantan Tengah.