Kapolda Kalteng Sebut Titik Api Karhutla Hampir Padam, Satgas Fokus Pembasahan Lahan Gambut 24 Jam

Penulis: Qodri Anwar  •  Rabu, 23 September 2026 | 11:47:31 WIB
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengikuti dialog PrimeTime News secara daring, Selasa (22/9/2026).

PALANGKA RAYA — Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan hal itu saat mengikuti dialog PrimeTime News bertajuk "Stop Karhutla Kalteng, Cegah dan Tangani Bersama" melalui Zoom, Selasa (22/9/2026). Menurutnya, kabut asap masih dirasakan warga, khususnya di Kota Palangka Raya, sehingga pemantauan titik panas dan lokasi berasap terus dilakukan.

Polda Kalteng bersama jajaran Satgas Karhutla belum menghentikan operasi meski api di permukaan sudah tidak terlihat. Personel tetap dikerahkan ke titik-titik yang sebelumnya terbakar untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.

Api di Bawah Permukaan Gambut Jadi Penyebab Asap

Karakteristik lahan gambut membuat penanganan kebakaran tidak bisa berhenti di pemadaman api permukaan. Bara masih bisa bertahan di bawah tanah dan memproduksi asap dalam waktu lama.

"Untuk sementara perlu kami informasikan bahwa titik api hampir bisa kita padamkan. Tinggal saat ini yang kita lakukan adalah melakukan pembasahan karena ini adalah lahan gambut," ujar Kapolda.

Ia menjelaskan, asap dari bara bawah tanah itu berpotensi mengganggu kesehatan warga dan memperburuk kualitas lingkungan. Karena itu, proses pembasahan dilakukan menyeluruh, bukan sekadar menyiram titik yang masih terlihat menyala.

"Walaupun api di atas sudah padam, masih ada api-api yang ada di bawah dan itu cukup banyak menghasilkan asap yang bisa berdampak kurang baik untuk kesehatan dan juga situasi lingkungan," jelasnya.

Satgas Gabungan Dibagi Shift, Bekerja 24 Jam

Penanganan karhutla di Kalteng dijalankan lewat satgas gabungan yang mencakup TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, hingga unsur masyarakat. Satgas dibentuk di tingkat provinsi dan kabupaten dengan pembagian tugas yang sudah disiapkan.

Pola kerja dibagi dalam beberapa shift sehingga pemadaman dan pembasahan bisa berlangsung sepanjang hari. "Intinya, Satgas yang sudah dibentuk di Provinsi Kalimantan Tengah ini bekerja bersama, bersinergi, berkolaborasi, dan sudah dibagi semua tugas-tugasnya, dan bekerja selama 24 jam," ungkap Kapolda.

Pencegahan Lewat Edukasi Warga dan Alternatif Buka Lahan

Selain operasi pemadaman, Polda Kalteng menempuh jalur pencegahan melalui pembinaan masyarakat. Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala desa, dan unsur terkait dilibatkan untuk memberi pemahaman agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kapolda menilai pencegahan harus berjalan masif dan dibarengi solusi konkret. Warga perlu dibantu agar punya cara membuka lahan tanpa api. "Pembinaan masyarakat harus kuat sehingga memiliki kesadaran untuk tidak membakar lahan," tegasnya.

Ia menambahkan, penanganan ke depan perlu diperkuat lewat pembangunan kanal, embung, sumur bor di titik rawan, hingga menara pemantau. Inovasi dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dinilai penting untuk membantu masyarakat membuka lahan dengan cara yang lebih aman.

"Bagaimana caranya masyarakat ini disadarkan supaya tidak membakar, tetapi juga perlu diakomodir bagaimana masyarakat bisa membuka lahan dengan cara yang mungkin kita bersama-sama dengan bantuan pemerintah dan stakeholder membantu masyarakat. Sehingga mereka tidak membuka lahan dengan cara membakar," pungkasnya.

Polda Kalteng memastikan upaya pencegahan, pemadaman, pembasahan, dan edukasi masyarakat terus berjalan sebagai langkah bersama menekan dampak karhutla terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas warga.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: bhinnekanusantara.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top