KLH Catat 10 Wilayah Kualitas Udara Berbahaya Rabu Pagi, 6 Daerah di Kalteng Masuk Daftar

Penulis: Puguh Triyono  •  Rabu, 23 September 2026 | 06:47:31 WIB
Pemantauan ISPU KLH menunjukkan kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah berada pada kategori berbahaya, Rabu pagi.

PALANGKA RAYA — Pemantauan di laman resmi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) KLH menunjukkan polusi terburuk pagi ini terkonsentrasi di wilayah Kalimantan Tengah. Selain Gunung Mas, lima daerah Kalteng lain masuk daftar: Murung Raya (ISPU 1.604), Barito Selatan (1.000), Kapuas (618), Kotawaringin Timur (615), dan Mobile AQMS BPBD Kalteng (517). Seluruh angka tersebut diukur berbasis partikulat PM10.

Di luar Kalteng, Pontianak Tenggara (Kalimantan Barat) mencatat ISPU 627. Dua wilayah Kalimantan Selatan turut masuk daftar, yakni Barito Kuala (515, PM10) dan Tabalong (323, PM2,5). Kabupaten Muaro Jambi di Jambi melengkapi sepuluh besar dengan ISPU 301 berbasis PM2,5.

Apa Arti Skor ISPU di Atas 300

KLH membagi ISPU ke dalam lima tingkatan: 0–50 baik, 51–100 sedang, 101–200 tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 berbahaya. Seluruh wilayah dalam daftar pagi ini berada di kategori teratas.

"Tingkat kualitas udara (di wilayah tersebut) dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat," tulis peringatan di laman resmi ISPU KLH.

Kelompok Paling Rentan Diminta Tetap di Rumah

Anak-anak, lansia, dan penderita asma masuk kelompok sensitif yang diimbau tetap berada di dalam ruangan dan membatasi aktivitas. Masyarakat umum juga diminta menghindari semua kegiatan di luar ruangan selama status berbahaya berlaku.

Jika terpaksa keluar rumah, warga disarankan memakai masker pelindung dari polusi. Menjaga asupan air putih juga dianjurkan untuk mencegah dehidrasi sekaligus gangguan pada saluran pernapasan.

Kalteng Mendominasi, Sinyal Karhutla Belum Reda

Enam dari sepuluh wilayah terburuk berasal dari Kalimantan Tengah, dengan skor tertinggi di Gunung Mas yang mencapai 2.421 — lebih dari delapan kali ambang batas berbahaya. Dominasi ini menandakan sumber polusi partikulat di wilayah tersebut belum tertangani, dan pemantauan ISPU menjadi rujukan utama warga untuk mengatur aktivitas harian.

KLH memperbarui data ISPU secara berkala melalui laman resminya. Warga di daerah berstatus berbahaya dapat memantau perkembangan skor sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top