Pencarian

BNPB Perkuat Operasi Darat Tangani Karhutla di Kapuas, Water Bombing Terkendala Kabut Asap

Rabu, 23 September 2026 • 08:31:03 WIB
BNPB Perkuat Operasi Darat Tangani Karhutla di Kapuas, Water Bombing Terkendala Kabut Asap
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Induk Karhutla BPBD Kapuas, Kalimantan Tengah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi darat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, dalam beberapa hari hingga pekan ke depan. Operasi darat menjadi faktor utama karena water bombing di wilayah tersebut belum dapat dilakukan akibat jarak pandang tertutup kabut asap. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan operasi udara tetap dimanfaatkan di wilayah yang memungkinkan, sementara Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai menunjukkan hasil.

KUALA KAPUAS — Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memimpin rapat koordinasi bersama Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno, Kapolda Kalteng, Pangdam XII Tanjungpura, dan jajaran terkait di Posko Induk Karhutla BPBD Kapuas. Rapat tersebut membahas strategi penanganan karhutla yang masih berlangsung di kabupaten setempat.

Suharyanto didampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan operasi darat menjadi tulang punggung pemadaman. Pasalnya, jarak pandang di Kapuas tertutup kabut asap sehingga water bombing belum bisa dilakukan secara optimal.

Kondisi kabut asap tersebut juga berdampak terhadap penerbangan di Kalimantan Tengah.

Water Bombing dari Pangkalan Bun dan Sampit Bantu Satgas Darat

Meski operasi udara di Kapuas terkendala, water bombing dari Pangkalan Bun dan Sampit tetap dikerahkan untuk membantu satgas darat memadamkan titik-titik api.

"Water bombing yang di Pangkalan Bun dan Sampit itu sudah bisa membantu satgas darat memadamkan tempat-tempat yang terbakar," ujar Suharyanto.

Selain itu, BNPB mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pesawat dari Pangkalan Udara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, dikerahkan untuk mendukung OMC, sementara satu pesawat lainnya digeser ke Pangkalan Bun.

Hujan Deras di Tumbang Nusa Usai OMC

OMC mulai menunjukkan hasil. Hujan deras dilaporkan turun di kawasan Tumbang Nusa setelah pelaksanaan OMC dari Syamsudin Noor.

Hujan tersebut diharapkan membantu pemadaman sekaligus memperbaiki jarak pandang di wilayah terdampak kabut asap.

100 Mobil Tangki dan Flexible Water 600 Liter Dikerahkan

Persoalan sumber air menjadi tantangan utama bagi satgas darat. Untuk mendukung pemadaman, Kodam memiliki sekitar 100 mobil tangki serta flexible water berkapasitas 600 liter yang dapat digunakan apabila diperlukan.

Air dari mobil tangki digunakan untuk mengisi tandon, kemudian dialirkan melalui selang oleh personel satgas darat menuju lokasi kebakaran. Dukungan tersebut menjadi penting ketika kondisi asap membuat operasi udara tidak dapat dilakukan.

Pemerintah Pusat Dampingi Pemda

Suharyanto menegaskan pemerintah pusat terus mendampingi pemerintah daerah dalam menangani karhutla. Arahan juga diberikan dalam setiap rapat koordinasi untuk memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan.

"Kami dari pemerintah pusat terus mendampingi pemerintah daerah. Saat rapat koordinasi, kami memberikan arahan," demikian Suharyanto.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks