KALIMANTAN TENGAH — Shin Tae-yong menilai keputusan tersebut mengurangi intensitas pertandingan besar yang seharusnya menjadi tontonan publik. "Sangat disayangkan. Sebenarnya dalam olahraga itu harus ada penonton agar para pemain bersemangat. Di pertandingan penting seperti ini bertanding tanpa penonton, secara pribadi, saya menilai sangat disayangkan," ujarnya di Gianyar, Minggu (2/8/2026).
Meski demikian, pelatih asal Korea Selatan itu memastikan timnya tetap tampil maksimal. Fokus utama Persija bukan sekadar melaju ke final, melainkan menjaga kesinambungan proses pembangunan tim menuju Super League 2026/2027.
Shin menegaskan turnamen pramusim ini dimanfaatkan untuk memberi menit bermain bagi pemain muda dan wajah baru. Ia tidak ingin membebani skuad dengan target berlebihan di kompetisi yang bersifat pemanasan ini.
"Sejujurnya kami tidak terlalu memfokuskan turnamen ini (secara berlebihan), melainkan memberi kesempatan bertanding bagi pemain-pemain muda dan baru. Namun, karena lawannya adalah Persib, bagaimanapun juga mentalitas para pemain dan segalanya harus kuat untuk memberikan pertandingan yang baik. Jadi kami pasti akan berbuat yang terbaik," kata Shin Tae-yong.
Pemulihan kondisi fisik menjadi prioritas utama jelang laga. "Tidak ada yang terlalu spesial. Kami bersiap agar para pemain bisa bekerja keras, dengan memulihkan kondisi fisik mereka dengan cepat agar bisa tampil maksimal," tambahnya.
Di kubu lawan, gelandang senior Persib, Dedi Kusnandar, menegaskan kesiapan timnya menghadapi Persija. Pemain yang akrab disapa Dado itu memastikan seluruh skuad Maung Bandung tidak mempermasalahkan lokasi pertandingan.
"Di mana pun kami harus siap. Kami ikuti instruksi," kata Dedi Kusnandar usai menjalani sesi latihan, Minggu (2/8/2026).
Pernyataan Dedi menjadi sinyal bahwa Persib datang dengan mentalitas kuat. Catatan head to head pun mendukung Persib: mereka menang 2-1 pada 10 Mei 2026 dan menang 1-0 pada 11 Januari 2026 atas Persija. Satu laga sebelumnya berakhir imbang 2-2 pada 16 Februari 2025.
Persija diprediksi menurunkan formasi terbaiknya dengan Rizkianur di bawah mistar, dikawal Fathurrahman, Kolinge, Alhawari, dan Fahmi. Lini tengah diisi Abdulmanan, Fabio, dan Dennis, sementara Witan, Eksel, dan Fariel menjadi motor serangan.
Persib diperkirakan tampil dengan Maulana sebagai penjaga gawang, serta lini belakang Hafizh, Matricaardi, Mutombo, dan Hehanusa. Guaycochea, Notsuda, dan Uilliam mengisi sektor tengah, didukung Rasyiq, Berguinho, dan Ramon di lini depan.
Berdasarkan analisis kekuatan tim dan rekor pertemuan, prediksi skor akhir laga ini adalah Persija 0-2 Persib. Namun, sepak bola selalu menyisakan ruang untuk kejutan, terutama dalam laga sekelas El Clasico Indonesia.