Pelajar MAN 1 Kotim Wildan Al Ghozali Tembus Hall of Fame Keamanan Siber Departemen Pendidikan AS, Ini Celah yang Ditemukannya

Penulis: Qodri Anwar  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:52:01 WIB
Pelajar MAN 1 Kotim, Wildan Al Ghozali, berhasil masuk Hall of Fame keamanan siber Departemen Pendidikan AS setelah temuannya atas celah kebocoran informasi dinyatakan valid.

SAMPIT — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kalimantan Tengah. Muhammad Wildan Al Ghozali, siswa MAN 1 Kotawaringin Timur, berhasil menembus jajaran peneliti keamanan siber yang diakui Departemen Pendidikan Amerika Serikat (AS). Namanya kini terpampang di halaman Hall of Fame lembaga tersebut setelah temuannya atas celah keamanan sistem dinyatakan valid.

Wildan menemukan kerentanan bertipe information disclosure atau kebocoran informasi pada domain yang berkaitan dengan klien di AS. Celah semacam ini berpotensi membuka akses data pribadi yang bisa disalahgunakan untuk social engineering, pencurian identitas, hingga kerugian finansial.

Berawal dari Kesukaan Bermain Gim, Kini Jadi Bug Hunter

Ketertarikan Wildan pada dunia teknologi bermula saat duduk di bangku SMP. Awalnya ia hanya gemar bermain gim di laptop, lalu tertarik mempelajari pemrograman setelah melihat kemampuan seorang teman. Rasa penasarannya mendorong Wildan belajar secara mandiri melalui media sosial, mesin pencari, dan berbagai referensi di internet.

Tanpa bergabung dengan komunitas atau memiliki pembimbing khusus, kemampuannya berkembang pesat. Ia bahkan sempat membuka jasa pembuatan website sebelum akhirnya mendalami bidang keamanan siber. Perjalanan itu membawanya mengenal dunia bug bounty, program resmi yang memberikan apresiasi kepada peretas etis yang menemukan dan melaporkan kerentanan sistem.

Teknik Google Dorking dan Proses Validasi Temuan

Keberhasilannya di kancah internasional bermula saat mengikuti program di platform Bugcrowd yang mempertemukan organisasi dengan jaringan peneliti keamanan independen dari berbagai negara. Wildan mengawali prosesnya dengan mempelajari ruang lingkup domain yang boleh diuji, kemudian menggunakan teknik Google Dorking untuk menemukan informasi yang berpotensi mengarah pada kerentanan.

Dari proses tersebut, ia menemukan sebuah berkas berisi data sensitif. Setelah dianalisis lebih lanjut, Wildan mengidentifikasi adanya celah kebocoran informasi. Temuan itu kemudian dilaporkan melalui prosedur resmi dan dinyatakan valid setelah melalui proses verifikasi.

"Saya juga meminta sertifikat resmi dan saat ini masih berproses. Sertifikat itu untuk portofolio ketika nanti saya melanjutkan pendidikan maupun berkarier di bidang keamanan siber," tuturnya di Sampit, Jumat.

Rekam Jejak Temuan di Situs Pemerintah Indonesia

Prestasi ini bukan yang pertama bagi Wildan. Sebelumnya, ia telah beberapa kali melaporkan celah keamanan pada sejumlah situs di Indonesia, di antaranya milik Pemerintah Kabupaten Blitar, Detik.com, Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, laman PPID Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, PPID Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, hingga situs Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Kerentanan yang ditemukannya beragam, mulai dari kebocoran data pribadi, keterbukaan jalur direktori internal server, full path disclosure, hingga konfigurasi sistem yang dapat diakses publik. Seluruh temuan disampaikan melalui mekanisme pelaporan yang benar sehingga bisa segera ditindaklanjuti pengelola sistem.

Di tingkat lokal, Wildan pernah diminta membantu memeriksa keamanan laman Kementerian Agama Kotim. Dari pemeriksaan tersebut, ia kembali menemukan beberapa kerentanan yang kemudian dilaporkan untuk segera diperbaiki.

Dukungan Keluarga dan Pesan untuk Pelajar Daerah

Wildan menegaskan bahwa seorang bug hunter bukanlah peretas yang merusak sistem, melainkan pihak yang membantu meningkatkan keamanan digital dengan menemukan kelemahan sebelum dimanfaatkan pelaku kejahatan siber. Ia selalu menekankan pentingnya menjalankan seluruh proses secara etis dan sesuai aturan.

Sebagai anak keempat dari delapan bersaudara, Wildan mengaku orang tuanya yang bekerja di sektor swasta selalu memberikan motivasi, termasuk memfasilitasi kebutuhan belajarnya dengan membelikan laptop. "Orang tua, guru dan teman-teman sangat mendukung," ujarnya.

"Alhamdulillah, saya senang dan bangga karena laporan yang saya kirim dinyatakan valid. Saya berharap ini bisa menjadi motivasi bahwa pelajar dari daerah juga mampu berprestasi hingga kancah internasional," kata Wildan.

Reporter: Qodri Anwar
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top