PANGKALAN BUN — Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah meminta pengurus LPTQ yang baru untuk segera menyusun program kerja yang terarah, inovatif, dan berkesinambungan. Menurutnya, pembinaan harus berjalan di semua tingkatan, mulai dari desa, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten.
"Amanah yang diterima ini bukan sekadar sebuah kehormatan. Ini juga menjadi tanggung jawab besar untuk terus mengembangkan syiar Al Qur'an, meningkatkan kualitas pembinaan dan memperkuat nilai-nilai Islam di tengah kehidupan masyarakat," kata Nurhidayah di Pangkalan Bun.
Pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung program LPTQ. Kegiatan ini dinilai sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak mulia, dan religius yang akan menjadi penggerak pembangunan daerah.
Nurhidayah menekankan bahwa pembinaan tidak boleh hanya difokuskan jelang pelaksanaan MTQ. Ia mengingatkan agar prestasi yang telah diraih dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui pembinaan yang dilakukan secara berkala.
"Sehingga prestasi yang selama ini telah berhasil diraih, dapat terus dipertahankan serta terus ditingkatkan," ujarnya.
Ketua LPTQ Kabupaten Kobar Suyanto menyatakan pihaknya berkomitmen menjadikan pembinaan secara berkala dan berkelanjutan bagi para qari, hafidzah, mufasir, serta cabang lainnya sebagai kegiatan prioritas pada kepengurusan periode 2026-2030.
"Kami yakin, kesuksesan itu tidak dapat diraih secara instan, diperlukan pembinaan yang berjenjang dan secara terus menerus," ucap Suyanto.
Ia berharap pembinaan yang teratur dan terarah dapat melahirkan bibit-bibit pecinta Al Qur'an baru asli Kobar. "Banyak talenta generasi muda kita yang perlu diasah, sehingga pada saatnya nanti mereka akan siap tampil, untuk mengharumkan nama baik Kabupaten Kobar," demikian Suyanto.