KUALA KAPUAS — Sebanyak puluhan mahasiswa STAI Kuala Kapuas resmi diterjunkan ke desa-desa di Kabupaten Kapuas, Selasa (28/7). Bupati Kapuas HM Wiyatno membuka langsung Bimbingan Teknis (Bimtek) sekaligus melepas mereka untuk KKN Angkatan XXVIII Tahun Akademik 2026.
Wiyatno mengingatkan agar para mahasiswa tidak datang dengan sikap sok tahu. “Jangan datang merasa paling tahu. Datanglah untuk belajar, berdialog, dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.
Bupati menekankan bahwa KKN adalah momentum aktualisasi ilmu sekaligus mengasah kepedulian sosial. Mahasiswa, kata dia, harus siap menghadapi tantangan di lapangan—mulai dari pendidikan, ekonomi, keagamaan, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Bekal yang diperoleh melalui bimbingan teknis diharapkan menjadi pedoman dalam menyusun program kerja yang profesional dan sesuai kebutuhan desa. “Kehadiran mahasiswa harus menjadi energi positif yang mampu menggerakkan semangat gotong royong, meningkatkan literasi, memperkuat pendidikan keagamaan, sekaligus mendukung program pembangunan daerah,” tegas Wiyatno.
Menurut Wiyatno, kemampuan akademik saja tidak cukup. Mahasiswa dituntut memiliki karakter, integritas, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, serta kepekaan terhadap kondisi sosial.
Selama menjalani KKN, mereka juga diminta menjaga nama baik almamater, keluarga, dan daerah. Sikap santun, disiplin, jujur, serta penuh tanggung jawab harus diutamakan. “Bangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda,” pesannya.
Pemerintah Kabupaten Kapuas menyambut baik pelaksanaan KKN ini. Wiyatno menyebutnya sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Apresiasi juga disampaikan kepada STAI Kuala Kapuas yang konsisten menjalankan program KKN sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bupati juga berterima kasih kepada para dosen pembimbing yang akan mendampingi mahasiswa selama masa pengabdian.
“Jadikan KKN sebagai pengabdian yang dilandasi keikhlasan, semangat kebersamaan, dan tanggung jawab,” ajak Wiyatno mengakhiri sambutannya. (art/ko)