PALANGKA RAYA — Hensah menegaskan, deteksi dini terhadap potensi gangguan merupakan kunci stabilitas keamanan di dalam lapas dan rutan. Menurutnya, pengawasan konsisten akan meminimalkan risiko pelanggaran yang menghambat proses pembinaan warga binaan.
“Keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar,” ujar Hensah di Palangka Raya, Senin.
Ia menjelaskan, sistem keamanan yang kuat harus didukung program pembinaan yang efektif. Keduanya, kata Hensah, saling mendukung dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional dan humanis.
“Pengamanan yang baik harus didukung oleh pembinaan yang efektif. Keduanya merupakan satu kesatuan yang saling mendukung dalam mewujudkan pemasyarakatan yang profesional dan humanis,” ucapnya.
Sebelumnya, pada Minggu malam (14/6), Hensah melakukan pemantauan langsung ke Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Palangka Raya serta Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palangka Raya. Dalam kesempatan itu, ia memastikan sarana pengamanan dan pelaksanaan pembinaan berjalan sesuai standar.
“Kegiatan ini menjadi bentuk kehadiran langsung kami dalam memastikan pelayanan pemasyarakatan dan pengamanan berjalan secara optimal, aman, dan kondusif,” ujarnya.
Hensah meminta seluruh jajaran Ditjenpas di Kalteng menjalankan tugas sesuai prosedur dan terus meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan maupun pengawasan. Ia menilai, pengawasan maksimal dari petugas menjadi kunci untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
“Seluruh jajaran harus terus menjaga sinergi agar keamanan, ketertiban, dan kualitas pembinaan di setiap unit pemasyarakatan tetap terpelihara dengan baik,” demikian Hensah.