KALIMANTAN TENGAH — Harga buyback atau harga yang digunakan Antam saat membeli kembali emas dari nasabah juga ikut naik. Logam mulia 24 karat produksi PT Aneka Tambang Tbk itu dihargai Rp2.461.000 per gram untuk pembelian kembali, naik dari posisi sebelumnya.
Pergerakan emas Antam tidak lepas dari sentimen eksternal. Ketidakpastian ekonomi global akibat perlambatan pertumbuhan di China dan kekhawatiran suku bunga tinggi di Amerika Serikat membuat investor berbondong-bondong ke aset lindung nilai.
Harga emas dunia di pasar spot juga bergerak di level tinggi, mendekati level psikologis US$2.400 per troy ounce. Korelasi antara harga emas global dan harga emas Antam biasanya terjadi dengan jeda satu hingga dua hari perdagangan.
Harga-harga tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.
Kenaikan harga emas batangan memberikan keuntungan bagi pemegangnya. Namun, investor perlu mencermati selisih antara harga jual dan harga buyback yang mencapai Rp250.000 per gram atau sekitar 9,2 persen.
Selisih tersebut membuat emas batangan lebih cocok sebagai instrumen investasi jangka panjang. Untuk trading jangka pendek, instrumen seperti reksa dana emas atau kontrak berjangka emas bisa menjadi alternatif dengan biaya transaksi yang lebih rendah.
Analis memperkirakan harga emas masih berpotensi naik jika bank sentral global terus melakukan pembelian emas untuk cadangan devisa. Bank Indonesia sendiri tercatat aktif menambah cadangan emas dalam beberapa bulan terakhir.
Investasi mengandung risiko. Fluktuasi harga emas dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang saat ini bergerak di kisaran Rp16.250 per dolar AS.