KALIMANTAN TENGAH — Klaim Maruf Amin sebagai keturunan ke-14 dari Raja Sumedang Larang, Prabu Geusan Ulun, disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan Rukun Wargi Sumedang (RWS) pada 12 Juni 2019. Dalam kesempatan itu, ia secara resmi dinobatkan menjadi bagian dari keluarga besar keturunan raja dan para pangeran Sumedang. Pengakuan ini menjadi salah satu narasi yang ia gunakan untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin nasional yang memiliki akar kultural dan historis di Jawa Barat.
"Saya merasa terhormat diakui sebagai wargi Sumedang. Dari silsilah keturunan raja Sumedang Larang saya merupakan keturunan ke-14 dari Prabu Geusan Ulun, Raja Sumedang Larang," ujar Maruf Amin dalam pernyataannya yang dikutip dari laman Tribunnews.com, 12 Juni 2019. Ia menambahkan bahwa status tersebut membuatnya kian teguh dalam membangun kemaslahatan bagi rakyat. Maruf juga menyebut bahwa seorang ulama dan umara memiliki tugas berat, namun dengan semangat ikatan persaudaraan, ia optimis prinsip kemaslahatan akan dipegang teguh sesuai contoh yang telah diberikan Prabu Geusan Ulun.
Klaim ini muncul beberapa bulan setelah Jokowi resmi mengumumkan Maruf Amin sebagai calon wakil presiden pada 9 Agustus 2018. Saat itu, Jokowi menyebut alasan pemilihan Maruf karena dirinya berasal dari kalangan ulama dan memiliki cita-cita membangun bangsa. "Setelah melalui perenungan yang mendalam dan dengan mempertimbangkan saran dari berbagai elemen masyarakat, saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai-partai koalisi yaitu koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 adalah Prof Dr KH Maruf Amin," kata Jokowi sebagaimana dikutip laman ANTARA.
Maruf Amin memulai kariernya sebagai guru agama dan dosen, kemudian aktif di gerakan Pemuda Ansor yang merupakan bagian dari Nahdlatul Ulama (NU). Ia berhasil menjadi anggota DPR pada 1971 dan perlahan naik menjadi petinggi NU. Setelah fokus memperkuat dakwah, ia bergabung dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan terpilih sebagai ketua umum pada 2017.
Eksistensinya di MUI kian menonjol saat ia menjadi salah satu tokoh yang bersuara keras dalam kasus penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kiprahnya membela hajat hidup umat Islam inilah yang kemudian membuat Presiden Jokowi kepincut untuk menjadikannya sebagai pendamping dalam Pilpres 2019.
Maruf Amin mengaku senang masyarakat Sumedang telah mendukungnya pada Pilpres 2019. Ia menilai pengakuan sebagai keturunan raja Sumedang Larang bukan sekadar formalitas, melainkan pengikat semangat dalam menjalankan amanah sebagai wakil presiden. "Seorang ulama juga seorang umara adalah tugas berat. Akan tetapi dengan spirit ikatan persaudaraan ini, saya optimis kemaslahatan ini akan dipegang teguh sesuai apa yang telah dicontohkan Prabu Geusan Ulun," ujarnya.
Pengakuan silsilah ini menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan politik Maruf Amin, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai ulama ketimbang figur yang memiliki garis keturunan bangsawan. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memperkuat legitimasi kultural di tengah masyarakat Sunda, khususnya di wilayah Sumedang dan sekitarnya.