Fenomena tahunan ini tidak hanya mengerek okupansi properti sewa, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Para pemilik kos dan penginapan di sekitar kampus utama seperti Universitas Palangka Raya (UPR) dan IAIN Palangka Raya mengaku kebanjiran order sejak pekan lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, perburuan kamar terkonsentrasi di zona-zona emas perkuliahan. Jalan Yos Sudarso, Jalan Katamso, Jalan G. Obos, dan kawasan Mendeng menjadi primadona para pendatang baru. Fasilitas Wi-Fi cepat, kamar mandi dalam, serta sistem keamanan berupa pagar dan CCTV menjadi syarat mutlak yang dicari.
Rentang harga sewa bervariasi. Untuk kos standar, tarif bulanan berkisar antara Rp500.000 hingga Rp800.000. Sementara itu, kos eksklusif ber-AC dengan perabot lengkap dibanderol Rp1.200.000 hingga Rp2.000.000 per bulan. “Kamar yang sempat kosong pasca-kelulusan tahun lalu, kini kembali terisi penuh. Sistem booking dengan panjar sudah kami berlakukan,” ujar salah satu pemilik kos di kawasan Mendeng.
Tidak hanya kos tahunan, penginapan harian atau wisma juga menikmati berkah musim SPMB. Banyak orang tua yang mendampingi anaknya selama ujian memilih menyewa wisma untuk tiga hingga tujuh hari. Kondisi ini memberikan keuntungan berlipat dibandingkan hari-hari biasa.
Simpul Tukat, pemilik wisma di kawasan Klabat Bukit Hindu, mengakui animo tahun ini luar biasa cepat. “Belum juga pengumuman resmi, sudah banyak orang tua dari daerah Barito yang telepon untuk DP kamar. Mereka cari yang fasilitasnya lengkap supaya anaknya fokus belajar,” katanya. Ia menambahkan, banyak calon mahasiswa yang sengaja datang seminggu sebelum ujian untuk mencari kos sambil mengikuti tes, karena jika menunggu pengumuman, kamar dekat kampus biasanya sudah habis atau harganya naik.
Pemerhati ekonomi daerah menilai momentum SPMB ini menciptakan efek berganda yang sehat bagi perputaran uang di Palangka Raya. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti warung makan, jasa laundry, dan toko alat tulis kantor (ATK) diprediksi ikut terkerek seiring bertambahnya populasi pendatang baru. Bagi pemilik aset properti di sekitar kampus, momen ini dinilai sebagai waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas pelayanan guna memenangkan hati para mahasiswa baru.