Menjelang pukul tujuh malam, Jalan Yos Sudarso di Palangka Raya mulai berubah. Lampu-lampu tenda dinyalakan satu per satu, asap dari panggangan arang mengepul tipis, dan suara warga lokal berbaur dengan aksen perantau dari Jawa hingga Sulawesi. Kalimantan Tengah, dengan hutan hujan tropis dan sungai-sungai besar, memiliki tradisi kuliner malam yang unik—bukan sekadar jajanan pinggir jalan, tapi ruang sosial yang menyatukan semua lapisan.
Dari ketupat kandangan khas Dayak hingga sate lilit yang gurih, delapan pusat kuliner malam di bawah ini selalu ramai setiap malam. Berikut daftarnya lengkap dengan harga dan tips praktis.
Pusat kuliner malam paling ikonik di Palangka Raya. Setiap hari, mulai pukul 17.00 WIB, puluhan tenda berjejer di sepanjang trotoar Jalan Yos Sudarso, persis di depan pertokoan tua. Menu andalannya adalah soto banjar dan nasi kuning dengan lauk haruan (gabus) goreng yang renyah.
Harga seporsi soto banjar mulai Rp15.000 hingga Rp25.000. Tips: datangi tenda paling ujung selatan—biasanya punya kuah soto lebih kental karena bumbu diracik langsung oleh pemiliknya sejak pagi. Akses mudah dari bundaran besar Palangka Raya, sekitar 5 menit naik ojek.
Di Sampit, Taman Kuliner Ketapang di Jalan HM Arsyad adalah pusat nongkrong malam yang tak pernah sepi. Puluhan gerobak dan tenda berdiri di area terbuka seluas lapangan sepak bola. Menu paling laris: sate lilit ikan tenggiri dan es campur khas Sampit dengan sirup gula aren asli.
Harga sate lilit Rp2.000 per tusuk, porsi minimal 10 tusuk. Buka dari pukul 18.00 sampai 23.00 WIB. Lokasi tepat di samping eks bioskop lama, mudah dikenali dari kerumunan motor yang parkir di pinggir jalan.
Pujasera ini adalah pilihan untuk yang mencari variasi. Di sini ada mi goreng khas Dayak dengan topping daging rusa, nasi bakar isi suwiran ayam, hingga pisang goreng keju. Tempatnya semi-terbuka, atap seng, dan lantai semen—jangan harap mewah, tapi rasanya sulit ditandingi.
Harga rata-rata Rp20.000 per porsi. Buka setiap hari pukul 17.00–23.00 WIB. Paling ramai Jumat malam, karena banyak warga yang baru pulang dari masjid langsung mampir ke sini. Parkir motor gratis, mobil dikenakan biaya Rp3.000.
Lapangan Bantilan di pusat Kota Kuala Kapuas berubah total setiap malam. Lapangan sepak bola ini dipenuhi pedagang kaki lima yang menjajakan aneka jajanan. Menu favorit: ketupat kandangan—ketupat disiram kuah santan kental, ditaburi ikan haruan asap, dan sambal terasi pedas.
Harga seporsi ketupat kandangan Rp18.000. Buka dari pukul 17.30 sampai 22.30 WIB. Lokasi persis di depan Masjid Agung Kuala Kapuas, jadi setelah salat maghrib langsung bisa ngopi dan makan.
Di Pangkalan Bun, pusat kuliner malam utama ada di Jalan Pangeran Antasari. Berbeda dengan kota lain, di sini banyak jajanan berbahan dasar ikan sungai: baung bakar, patin asam pedas, dan pepes ikan toman. Suasananya lebih santai, banyak keluarga duduk lesehan di tikar plastik.
Harga ikan bakar mulai Rp30.000 per ekor. Buka pukul 18.00–22.00 WIB. Tips: datang sebelum pukul 19.00 karena ikan baung bakar favorit cepat habis, biasanya ludes dalam dua jam pertama.
Food court di pusat Muara Teweh ini menyatukan tiga jenis kuliner: masakan Banjar, Dayak, dan Jawa. Menu andalannya adalah nasi goreng khas Muara Teweh—dimasak dengan minyak kelapa murni dan diberi potongan daging rusa asap. Teksturnya kering, rasanya gurih pekat.
Harga nasi goreng Rp25.000 per porsi. Buka pukul 17.30–22.00 WIB. Lokasi di seberang Pasar Muara Teweh, dekat terminal angkutan kota. Parkir motor Rp2.000, mobil Rp5.000.
Kasongan, ibu kota Kabupaten Katingan, punya pusat kuliner malam di sepanjang Jalan Tjilik Riwut. Yang unik di sini adalah sate kelinci—daging kelinci bakar dibumbui kecap dan santan, empuk dan tidak bau prengus. Cocok untuk yang bosan dengan sate ayam atau kambing.
Harga sate kelinci Rp35.000 per porsi (15 tusuk). Buka dari pukul 18.00–23.00 WIB. Tempatnya sederhana, kursi plastik dan meja kayu. Tapi soal rasa, sudah diakui warga sekitar sejak 2019.
Tepian Sungai Kahayan di Kelurahan Pahandut berubah menjadi pusat jajanan malam setiap akhir pekan. Pedagang mulai berjualan pukul 16.00, menjual ikan sungai bakar langsung dari perahu. Ikan patin dan baung dibakar di atas bara api kayu, disajikan dengan sambal mangga muda dan nasi hangat.
Harga paket lengkap (ikan bakar + nasi + sambal + lalapan) Rp40.000. Paling ramai Sabtu malam, banyak anak muda duduk di pinggir sungai sambil menikmati angin malam. Akses dari pusat kota sekitar 10 menit naik motor.
1. Jam berapa pusat kuliner malam di Kalimantan Tengah mulai ramai?
Rata-rata mulai ramai antara pukul 18.30 hingga 19.00 WIB, setelah waktu maghrib. Namun, beberapa tempat seperti Pasar Malam Jalan Yos Sudarso sudah mulai beroperasi pukul 17.00.
2. Berapa kisaran harga makanan di pusat kuliner malam Kalimantan Tengah?
Harga bervariasi, mulai Rp15.000 untuk seporsi soto banjar hingga Rp40.000 untuk paket ikan bakar lengkap. Rata-rata pengeluaran per orang Rp25.000–Rp35.000.
3. Apakah tersedia pilihan makanan halal di semua tempat?
Ya, semua pusat kuliner yang disebutkan di atas menyajikan makanan halal. Pedagang di Kalimantan Tengah mayoritas Muslim, dan daging yang digunakan seperti ayam, sapi, rusa, dan ikan sungai semuanya halal.
4. Apa menu khas yang wajib dicoba di Kalimantan Tengah?
Ketupat kandangan, sate lilit ikan tenggiri, nasi goreng daging rusa asap, dan baung bakar. Keempat menu ini susah ditemukan di luar provinsi Kalimantan Tengah.
5. Bagaimana akses transportasi ke pusat kuliner malam ini?
Semua lokasi mudah dijangkau dengan ojek online atau kendaraan pribadi. Di Palangka Raya dan Sampit, angkutan kota (angkot) juga melewati area-area tersebut hingga pukul 21.00 WIB.
Delapan pusat kuliner malam di Kalimantan Tengah ini bukan sekadar tempat makan—mereka adalah cerminan keberagaman budaya dan kekayaan alam setempat. Mulai dari soto banjar di Palangka Raya hingga sate kelinci di Kasongan, setiap gigitan punya cerita yang tidak akan kamu dapatkan di restoran modern. Datanglah dengan perut kosong dan dompet yang cukup, karena godaan untuk mencoba semuanya sangat besar.