SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) mematok target tinggi pada momen bulan suci tahun ini. Perputaran uang di ajang Pasar Ramadhan 1447 Hijriah diproyeksikan bakal menembus angka fantastis, yakni Rp3,5 miliar.
Kepala DKUKMPP Kotim, Johny Tangkere, menyatakan rasa optimisme tersebut didasari oleh tingginya antusiasme masyarakat sejak hari pertama pembukaan pada Kamis (19/2/2026) lalu. Menurut pantauan di lapangan, arus kunjungan di pusat perbelanjaan takjil ini jauh lebih padat dibandingkan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Terkait Pasar Ramadhan tahun ini, kami optimis bisa mencapai target perputaran uang, karena dalam waktu kurang lebih sepekan terakhir kami melihat banyak sekali pengunjung, bahkan lebih ramai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Johny di Sampit, Selasa (24/2/2026).
Pemerintah daerah telah memetakan proyeksi ekonomi sebesar Rp3,5 miliar tersebut ke dalam tiga lini utama. Sektor kuliner atau transaksi jual beli di area bazar diprediksi menjadi penyumbang terbesar dengan angka mencapai Rp2 miliar.
Selanjutnya, efek ekonomi turunan seperti omzet jasa parkir dan aktivitas dagang di sekitar lokasi diperkirakan menyentuh Rp1 miliar. Sementara itu, kontribusi bagi kas daerah melalui retribusi parkir dan kebersihan ditargetkan menyumbang Rp50 juta.
“Hal ini sesuai dengan keinginan dari Bupati kita, bahwa kehadiran Pasar Ramadhan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat belanja takjil, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Kotawaringin Timur,” tambah Johny.
Untuk mengakomodasi para pelaku usaha, panitia membagi 130 pedagang ke dalam dua zona strategis. Zona pertama berlokasi di Jalan S. Parman (selatan Taman Kota Sampit) yang menampung 70 pedagang kuliner tradisional dan kebutuhan pokok. Di lokasi ini, terdapat puluhan penjaja kue khas, minuman segar, hingga distributor pangan.
Zona kedua berada di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan Swalayan UMKM, yang difokuskan pada kuliner modern atau kekinian. Sebanyak 60 stan hadir di klaster ini dengan menawarkan variasi menu populer seperti dimsum dan risoles, hasil kolaborasi dengan UMKM Harati.
Johny berharap kemeriahan Pasar Ramadhan tahun ini memberikan dampak kesejahteraan yang merata bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pedagang kecil hingga penyedia jasa lainnya. Ia ingin momentum ini menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi di bumi Habaring Hurung.