Galaxy Z Fold8 Makin Tipis dan Ringan, Bobot 201 Gram

Penulis: Rendi Kusuma  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:51:31 WIB
Galaxy Z Fold8 hadir dengan bobot 201 gram dan ketebalan 4,5 mm saat dibentangkan.

KALIMANTAN TENGAH — Samsung memangkas bobot Galaxy Z Fold8 menjadi 201 gram dengan ketebalan 4,5 mm saat dibentangkan dan 9,7 mm ketika dilipat. Perangkat ini melanjutkan penyempurnaan desain lipat Samsung yang sudah berjalan delapan generasi, dengan layar utama Dynamic AMOLED 2X 7,6 inci ber-refresh rate adaptif hingga 120Hz.

Galaxy Z Fold8 membawa layar utama Dynamic AMOLED 2X berukuran 7,6 inci dengan adaptive refresh rate hingga 120Hz. Teknologi tersebut membuat tingkat penyegaran layar menyesuaikan konten yang ditampilkan, sehingga pergerakan visual terasa lebih mulus ketika pengguna menggulir halaman atau berpindah aplikasi.

Angka 201 gram menempatkan perangkat ini di antara foldable paling ringan yang pernah Samsung produksi. Ketebalan 4,5 mm saat dibentangkan disebut membuat bodi terasa ringkas meski layar yang dibawa berukuran besar.

Flex Titanium dan Upaya Menyamarkan Lipatan Layar

Samsung menyematkan teknologi Flex Titanium pada struktur layar Galaxy Z Fold8. Teknologi ini dirancang agar layar bisa lebih tipis tanpa mengorbankan fleksibilitas saat dilipat.

Flex Titanium juga ditujukan untuk mengurangi tampilan lipatan layar. Tujuannya jelas: pengalaman visual saat perangkat dibuka terasa lebih nyaman, terutama ketika pengguna membaca dokumen atau menonton konten dalam waktu lama.

Aspek struktur layar memang jarang jadi bahan pembicaraan dibanding spesifikasi kamera atau chipset. Padahal di perangkat lipat, struktur inilah yang menentukan seberapa halus layar terasa saat dibuka dan seberapa jelas garis lipatan terlihat di tengah panel.

Multi Window untuk Tiga Aplikasi Sekaligus

Layar 7,6 inci Galaxy Z Fold8 dapat menjalankan dua hingga tiga aplikasi secara bersamaan lewat Multi Window. Pengguna bisa membuka dokumen di satu bagian layar, memeriksa email di bagian lain, dan tetap mengikuti percakapan tanpa berpindah-pindah aplikasi.

Kombinasi itu menyasar pola kerja yang makin umum di kalangan profesional mobile. Membaca laporan sambil membalas pesan, misalnya, tidak lagi menuntut pengguna menutup satu aplikasi untuk membuka aplikasi lain.

Untuk kebutuhan hiburan, layar besar tersebut juga dimanfaatkan untuk menonton konten video dengan bidang tampilan yang lebih luas dibanding smartphone konvensional.

Delapan Generasi Jadi Bekal Penyempurnaan

Sejak memperkenalkan Galaxy Fold generasi pertama, Samsung terus mengevaluasi cara perangkat lipat dipakai sehari-hari. Mulai dari kenyamanan saat dibawa, cara menggenggam ketika tertutup, hingga kebutuhan layar saat dibuka.

Evaluasi itu yang mendorong perubahan dimensi di Galaxy Z Fold8. Bobot 201 gram dan ketebalan 9,7 mm saat dilipat membuat perangkat lebih praktis disimpan di saku, sementara layar 7,6 inci tetap tersedia saat dibutuhkan.

Pengalaman delapan generasi juga terlihat dari cara Samsung memposisikan produk ini. Foldable tidak lagi dijual semata karena bentuknya yang bisa dilipat, tetapi karena desainnya makin relevan dengan kebiasaan pengguna sehari-hari.

Konteks Pasar Foldable Indonesia

Segmen smartphone lipat di Indonesia masih kecil dibanding pasar global, tetapi peminatnya tumbuh di kalangan profesional dan eksekutif. Harga perangkat menjadi faktor utama yang menahan adopsi lebih luas.

Bagi pelaku bisnis digital, kehadiran perangkat seperti Galaxy Z Fold8 memperluas kanvas untuk aplikasi produktivitas. Pengembang yang merancang aplikasi dengan dukungan multi-window dan layout adaptif berpeluang mendapat pengalaman pengguna lebih baik di perangkat lipat.

Samsung belum mengungkap harga dan jadwal ketersediaan Galaxy Z Fold8 di Indonesia dalam materi yang dipublikasikan melalui Samsung Newsroom Indonesia tersebut. Informasi soal varian warna dan konfigurasi memori juga belum disebutkan.

Yang jelas, arah pengembangan Samsung untuk lini Fold sudah terbaca: menipiskan bodi, meringankan bobot, dan menyamarkan lipatan layar. Tiga hal itu akan jadi tolok ukur yang dipakai kompetitor untuk mengejar di generasi foldable berikutnya.

Reporter: Rendi Kusuma
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top