Hari Santri 2026 di Kalteng Ditutup Istighosah dan Doa Bersama, 5.000 Paket Bantuan untuk Marbot hingga Guru Ngaji

Penulis: Puguh Triyono  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47:01 WIB
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Kamis (22/10/2026).

PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Kamis (22/10/2026). Selain menjadi momentum refleksi peran santri, acara itu dijadikan ajang ikhtiar batin memohon pertolongan Allah SWT agar bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda Bumi Tambun Bungai segera berakhir.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran hadir langsung dan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan penerima. Bantuan yang disalurkan pada kesempatan itu berupa sekitar 4.500 hingga 5.000 paket pangan, masker, obat-obatan, hingga vitamin.

Siapa Saja Penerima Bantuan di Hari Santri 2026

Penerima bantuan mencakup marbot masjid dan mushalla, pemuka agama, ustadz dan ustadzah TPA/TPQ, guru pondok pesantren, guru non-PNS atau honorer Kemenag, guru PAI non-PNS, guru PAUD/TK, ibu-ibu pengajian, hingga pengurus panti asuhan.

Penyaluran bantuan bagi kalangan keagamaan itu bukan yang pertama. Sebelumnya, Pemprov Kalteng juga menyalurkan bantuan pangan kepada para pendeta, pastor, koster, guru sekolah minggu, serta pemeluk agama lainnya.

Pesan Gubernur: Adab Lebih Tinggi dari Ilmu

Dalam sambutannya, Agustiar menegaskan posisi strategis santri dalam menentukan arah masa depan bangsa. Menurutnya, tantangan yang dihadapi santri hari ini berbeda dengan generasi pendahulu yang berjuang mempertahankan kemerdekaan.

"Jika dulu santri menguatkan negeri dengan berjuang mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta tentu saja menegakkan Adab dan akhlak mulia, karena Adab sesungguhnya adalah lebih tinggi dari pada Ilmu," kata Agustiar.

Gubernur menambahkan, semangat pengabdian kepada tanah air tidak boleh surut meski zaman terus berubah. Mencintai tanah air, ujarnya, merupakan bagian dari iman atau hubbul wathan minal iman.

Karhutla Jadi Latar Doa Bersama

Istighosah pada peringatan tahun ini digelar sebagai ikhtiar batin di tengah bencana karhutla yang masih berlangsung. Agustiar menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, relawan, dan seluruh elemen masyarakat yang terus bekerja keras melakukan pemadaman di lapangan.

"Mari kita bersama bersatu, bergandengan tangan Penyang Hinje Simpei. Selain ikhtiar lahir ini, tentunya kita juga perlu memperkuat ikhtiar batin melalui doa, zikir, dan istighfar. Man jadda wajada," ujarnya.

Melalui doa bersama itu, Gubernur berharap bencana karhutla segera teratasi, hujan segera turun, kabut asap menghilang, dan masyarakat Kalteng kembali beraktivitas dengan aman dan sehat.

Rumah Oksigen hingga 450.000 Paket Pangan

Di luar upaya pemadaman, Pemprov Kalteng menangani dampak karhutla melalui penyediaan rumah oksigen, pembagian masker dan vitamin, serta penyaluran jutaan liter air bersih. Bantuan pangan yang disalurkan bagi masyarakat terdampak di seluruh wilayah Kalteng mencapai 450.000 paket.

Agustiar menutup dengan ucapan selamat Hari Santri 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar pesantren di Kalimantan Tengah. Ia berharap daerah itu mampu mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan menuju Indonesia Emas.

"Insya Alloh, kita mampu mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan, serta mampu membangun Kalimantan Tengah makin berkah, maju, dan sejahtera menuju Indonesia Emas, mewujudkan negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur," tutur Gubernur.

Reporter: Puguh Triyono
Sumber: balanganews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top