KUALA KAPUAS — Kabupaten Kapuas dipercaya menjadi tuan rumah FSQ XII tingkat provinsi. Bupati Kapuas H. M. Wiyatno menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya.
Pembukaan festival dihadiri Wakil Bupati Kapuas Dodo, sejumlah wakil kepala daerah se-Kalteng, Sekretaris Daerah Kapuas Usis I. Sangkai, unsur Forkopimda provinsi dan kabupaten, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, serta jajaran pengurus DPD LASQI Nusantara Jaya se-Kalimantan Tengah.
Bupati Kapuas: FSQ Bukan Sekadar Ajang Perlombaan
Wiyatno berharap festival seni qasidah tidak berhenti sebagai kompetisi antarwilayah. Menurutnya, kegiatan ini harus menjadi wadah pembinaan generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, kreatif, dan berdaya saing.
"Melalui FSQ ini, kita berharap akan tumbuh generasi muda Kalimantan Tengah yang beriman, berakhlak mulia, kreatif, dan berdaya saing," ucap Bupati.
538 Peserta Berlaga di 9 Kategori Lomba
Ketua DPD LASQI Nusantara Jaya Kabupaten Kapuas, H. Suwarno Muriyat, menyebut seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Kompleks Islamic Center dan Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kuala Kapuas.
Cabang yang dilombakan meliputi:
- Bintang vokalis qasidah gambus kategori anak-anak, remaja, dan dewasa
- Bintang vokalis pop religi kategori anak-anak, remaja, dan dewasa
- Qasidah rebana klasik kategori remaja putra dan putri
"FSQ bertujuan mengembangkan seni qasidah sebagai media dakwah dan syiar Islam, meningkatkan kreativitas serta prestasi generasi muda, mempererat silaturahmi antardaerah, dan melestarikan seni budaya Islami di Kalimantan Tengah," kata Suwarno.
55 Dewan Juri dan 100 Panitia Dikerahkan
Penyelenggaraan festival didukung 55 orang dewan juri, tim kerja tingkat provinsi, serta 100 orang panitia pelaksana. Suwarno berharap seni qasidah semakin berkembang sebagai media dakwah sekaligus sarana mempererat persatuan dan melestarikan budaya Islami di Kalteng.
"Pelaksanaan festival ini didukung 55 orang dewan juri, tim kerja tingkat provinsi, serta 100 orang panitia pelaksana. Melalui kegiatan ini, diharapkan seni qasidah semakin berkembang sebagai media dakwah sekaligus menjadi sarana mempererat persatuan dan melestarikan budaya Islami di Kalteng," pungkasnya.
FSQ XII Kalteng berlangsung lima hari hingga 19 Oktober 2026. Para juara dari tiap cabang akan menjadi representasi daerah dalam pembinaan seni qasidah tingkat provinsi.