KALIMANTAN TENGAH — Pertanyaan "kok belum bisa jalan juga?" sering muncul saat momong si Kecil di taman atau acara keluarga. Padahal, tekanan dari pertanyaan berulang soal milestone anak bisa berdampak nyata pada psikologis ibu. Simak kenapa pertanyaan ini sebaiknya dihentikan dan bagaimana dampaknya bagi para ibu.
Pernah gak sih, pas lagi asyik momong si Kecil di taman atau acara keluarga, tiba-tiba ada yang nyeletuk? Mereka sering kali melontarkan pertanyaan seperti, "Lho, kok usianya udah setahun belum bisa jalan juga? Anak si A aja usia 10 bulan udah lari-lari!"
Bagi orang yang bertanya, kalimat itu mungkin dianggap sebagai basa-basi yang ringan belaka. Namun buat seorang ibu, pertanyaan berulang soal milestone anak ini rasanya justru bisa kayak ujian mendadak yang bikin jantungan.
Pertanyaan yang Terkesan Sepele, tapi Menusuk
Menghadapi pertanyaan bertubi-tubi soal tumbuh kembang anaknya, ternyata bisa buat tertekan itu valid banget, lho. Setiap kali ada yang bertanya, ibu seperti dipaksa mempertanggungjawabkan kecepatan perkembangan anaknya di depan orang lain.
Padahal, pertanyaan itu jarang lahir dari niat jahat. Sering kali cuma basa-basi atau kekhawatiran yang disampaikan tanpa dipikir. Meski begitu, efeknya tetap terasa bagi ibu yang mendengarnya.
Kenapa Pertanyaan Ini Sebaiknya Dihentikan
Pertanyaan soal kapan bayi bisa jalan kerap membuat ibu merasa anaknya dinilai kurang. Padahal setiap anak punya kecepatan perkembangan berbeda. Membandingkan dengan anak lain hanya menambah beban yang tidak perlu.
Tekanan sosial semacam ini nyata dan banyak dialami ibu muda Indonesia. Dampaknya bukan cuma kesal sesaat, tapi bisa mengganggu rasa percaya diri ibu dalam mengasuh anak.
Dampak bagi Psikologis Ibu
Rasa tertekan yang muncul terus-menerus bisa membuat ibu cemas berlebihan. Ibu jadi ragu apakah pola asuhnya sudah benar atau justru merasa gagal.
Kecemasan ini bisa berdampak pada suasana hati ibu sehari-hari. Ketika ibu stres, interaksi dengan si Kecil pun ikut terpengaruh.
Yang Bisa Ibu Lakukan
Saat ada yang bertanya soal milestone anak, ibu tidak wajib menjawab panjang lebar. Cukup jawab singkat bahwa setiap anak punya waktunya sendiri, lalu alihkan pembicaraan.
Ibu juga bisa mengingatkan diri sendiri bahwa pertanyaan orang lain bukan cerminan kemampuan mengasuh. Fokuslah pada perkembangan si Kecil yang berjalan sesuai usianya.
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter
Meski setiap anak berbeda, ibu tetap perlu memperhatikan keterlambatan yang menetap. Bila si Kecil belum menunjukkan tanda-tanda siap berjalan di usia yang seharusnya, konsultasikan ke dokter anak.
Dokter bisa menilai apakah ada hal yang perlu distimulasi atau diperiksa lebih lanjut. Jangan menunggu hanya karena takut dianggap berlebihan.
Pertanyaan soal kapan bayi bisa jalan sebaiknya tidak lagi dilontarkan sembarangan. Ibu butuh dukungan, bukan tekanan. Dengan memahami dampaknya, ibu bisa lebih tenang mendampingi tumbuh kembang si Kecil.