Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meminta 668 lulusan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya mengamalkan ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk memberi manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah. Permintaan itu disampaikan saat membekali para lulusan dalam acara Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIV, Sarjana XXXVII, dan Diploma XXVI Tahun 2026 di Palangka Raya. Wisuda digelar dua hari, dengan 335 lulusan pada Minggu dan 333 lulusan pada Senin.
PALANGKA RAYA — Universitas Muhammadiyah Palangkaraya mewisuda 668 lulusan dari jenjang magister, sarjana, dan diploma dalam rangkaian wisuda dua hari. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran hadir membekali para lulusan dan menekankan pentingnya kontribusi nyata setelah menyelesaikan pendidikan.
Ilmu Harus Terus Dikembangkan, Bukan Berhenti di Kampus
Agustiar menyebut gelar akademik bukan garis akhir, melainkan titik awal untuk terjun ke tengah masyarakat. Ia meminta para lulusan tidak cepat berpuas diri karena perjalanan meraih masa depan masih panjang.
"Lulusan harus bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. Ilmu yang didapatkan selama kuliah harus terus dikembangkan dan menjadi bekal dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat," kata Agustiar di Palangka Raya.
Ia juga mendorong para sarjana berani mencoba hal baru, menghadapi tantangan, dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Karakter dan Adab Jadi Bekal Utama di Masyarakat
Selain kemampuan akademik, Agustiar menekankan penguatan karakter. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi perlu menjaga adab dan bersikap bijaksana saat berinteraksi dengan warga.
"Lulusan perguruan tinggi harus mampu menjaga adab, bersikap bijaksana, dan tidak mudah tersinggung ketika berinteraksi dengan masyarakat. Selain meningkatkan kemampuan akademik, penguatan karakter menjadi bekal penting untuk menghadapi kehidupan sosial yang terus berkembang," ujarnya.
Ia menilai keberhasilan mahasiswa menuntaskan pendidikan tinggi merupakan hasil perjuangan bersama, termasuk dukungan orang tua, dosen, dan seluruh sivitas akademika.
UMPR Kini Punya Belasan Ribu Mahasiswa Aktif di 40 Lebih Program Studi
Agustiar menyoroti perkembangan UMPR secara akademik dan fasilitas. Kampus ini memiliki belasan ribu mahasiswa aktif yang tersebar di lebih dari 40 program studi dan belasan fakultas.
Kondisi itu didukung tiga kampus utama di Kota Palangka Raya serta kampus lain di sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah. UMPR disebut sebagai kampus swasta terbesar di provinsi itu dan berdiri pada 24 September 1987.
Rektor: Persoalan Sosial Harus Dihadapi dengan Pendekatan Ilmiah
Rektor UMPR Muhamad Yusuf mengatakan lulusan perguruan tinggi memikul tanggung jawab intelektual untuk membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Menurutnya, pendekatan ilmiah dan pemikiran terbuka menjadi kunci.
"Persoalan sosial harus dipandang sebagai tantangan yang perlu dipahami dan dicarikan solusi, bukan dihindari. Karena itu, lulusan UMPR diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, bersikap toleran, serta menyesuaikan diri dengan perubahan dan kebutuhan masyarakat," kata Yusuf.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan pembangunan. Salah satu upaya yang disebutnya adalah penyediaan lima beasiswa pendidikan kedokteran setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Sukamara hingga penerima menuntaskan pendidikan.
Pemahaman Politik dan Peran Almamater
Yusuf mendorong perguruan tinggi membangun pemahaman politik mahasiswa agar mampu bersikap kritis dan berpartisipasi bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Ia menyampaikan terima kasih kepada para orang tua dan wali yang mempercayakan pendidikan tinggi anak-anak mereka kepada UMPR. Para lulusan diharapkan tetap menjaga hubungan dengan almamater dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat serta pembangunan Kalimantan Tengah.