Pencarian

Karhutla Kotim Berkurang, Kabut Asap Masih Selimuti Sampit: 1.193 Kejadian, 2.011 Hektare Terdampak

Kamis, 01 Oktober 2026 • 11:47:02 WIB
Karhutla Kotim Berkurang, Kabut Asap Masih Selimuti Sampit: 1.193 Kejadian, 2.011 Hektare Terdampak
Bupati Kotawaringin Timur menilai pemadaman karhutla baru sebatas memadamkan nyala api, belum sampai pendinginan bara di dalam tanah.

SAMPIT — Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menilai pemadaman karhutla selama ini baru sebatas memadamkan nyala api, belum sampai pendinginan hingga bara di dalam tanah benar-benar mati. Kondisi itu membuat api kembali muncul di lokasi yang sama dan personel terus berpindah tempat.

"Ini lah kenapa asap masih ada, karena kita sebatas memadamkan nyalanya saja. Begitu ada di sana muncul lagi, tim pemadam ini ke sana lagi. Sementara di sini baru selesai padam, tetapi apinya belum sepenuhnya padam sampai ke dalam tanah," kata Halikinnor di Sampit, Rabu.

Wilayah Selatan Jadi Sumber Asap ke Kota Sampit

Laporan Satgas Penanggulangan Karhutla Kotim dan para camat menyebut sebagian besar wilayah relatif aman. Titik kebakaran yang masih aktif terkonsentrasi di wilayah selatan, dan dari sana asap bergerak ke tengah serta utara Kotim.

Paparan BMKG Kotim menunjukkan pergerakan angin dari arah timur laut mendorong asap wilayah selatan ke arah Kota Sampit. Kecamatan yang disebut menjadi sumber antara lain Pulau Hanaut, Seranau, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, dan Teluk Sampit.

"Yang persoalan kita ini daerah selatan. Asap yang ada ini sebagian besar adalah kiriman dari yang terjadi di Kecamatan Pulau Hanaut, Seranau, maupun Mentaya Hilir Utara, termasuk mungkin Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit ada sedikit-sedikit," ujarnya.

Pendinginan Butuh Alkon dan Embung Tambahan

Pemkab Kotim mempertimbangkan penambahan mesin alkon serta embung sebagai sumber air bagi tim pemadam. Kebutuhan air dinilai besar karena pendinginan lahan yang menyimpan bara bawah permukaan tidak bisa dikerjakan setengah jalan.

"Makanya perlu konsentrasi dengan itu pendinginan sampai betul-betul padam. Dan itu membutuhkan air yang banyak. Kebutuhan kita harus mesin alkon tambah lagi, embungnya tambah lagi," lanjut Halikinnor.

Pembagian personel dan suplai air juga akan diatur untuk malam hari, ketika kondisi angin berpotensi memperluas kebakaran. Selama ini dukungan logistik cenderung terpusat pada siang hari.

1.193 Kejadian, 38.304 Titik Panas Terpantau

BPBD Kotim mencatat 1.193 kejadian karhutla hingga 29 September 2026 dengan luas lahan terdampak lebih dari 2.011 hektare. Titik panas yang terpantau mencapai 38.304 titik.

Angka itu merupakan kejadian yang ditangani Satgas Penanggulangan Karhutla Kotim. Sebagian lokasi sulit dijangkau sehingga tidak seluruh kejadian bisa ditangani langsung, sementara sejumlah wilayah mendapat dukungan Pemprov Kalimantan Tengah melalui helikopter water bombing.

Perbedaan cakupan penanganan antara tingkat kabupaten dan provinsi membuat data kedua pihak dimungkinkan berbeda.

Bandara dan Sekolah Jadi Barometer Pemulihan

Pemkab Kotim menilai keberhasilan penanganan bukan hanya diukur dari berkurangnya kejadian kebakaran. Kondisi udara yang membaik dan kembalinya aktivitas warga dinilai sama penting.

Halikinnor menyebut Bandara Haji Asan Sampit dapat kembali didarati pesawat serta kegiatan belajar mengajar secara tatap muka sebagai barometer perkembangan kondisi kabut asap.

"Barometer kita itu bandara bisa didarati pesawat, anak-anak bisa tatap muka belajar. Itu kan jadi barometer, sehingga yang lain bisa bergerak," sebutnya.

Sumur Bor Dalam Disiapkan untuk Musim Kemarau Berikutnya

Selain mengevaluasi penanganan saat ini, Pemkab Kotim mulai menyiapkan langkah jangka panjang menghadapi musim kemarau berikutnya. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembangunan sumur bor dalam sebagai sumber air andalan ketika lahan kembali kering.

Sumur dengan kedalaman hingga sekitar 500 meter disebut menjadi salah satu pilihan yang akan dikaji lebih lanjut.

Follow kaltenginfo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks