Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Tengah membagikan 1.000 paket bantuan bagi masyarakat terdampak kabut asap karhutla di Simpang Empat Jalan MT Haryono-HM Arsyad Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Paket berisi masker, minuman multivitamin, dan susu kaleng itu ludes dalam waktu sekitar satu jam karena antusiasme pengendara yang melintas. Pembagian berlangsung saat kualitas udara Sampit berstatus berbahaya akibat asap karhutla yang masih menyelimuti kota.
SAMPIT — Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Au Rizky Djaya, memimpin langsung pembagian paket bersama Wakil Ketua 1 GAPKI Kalteng Siswanto, Ketua Komisariat Kotawaringin Timur Salamuddin, dan puluhan perwakilan perusahaan anggota. Mereka turun ke jalan membagikan bantuan kepada pengendara yang melintas pada Kamis siang.
Antusiasme warga membuat proses pembagian selesai lebih cepat dari perkiraan panitia. Banyak penerima langsung memakai masker yang baru mereka terima begitu paket diserahkan.
Isi Paket dan Alasan GAPKI Turun ke Jalan
Setiap paket berisi masker, minuman multivitamin, dan susu kaleng. Kombinasi itu dipilih karena kabut asap dinilai mengancam kesehatan pernapasan warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.
"Masyarakat sangat antusias sehingga pembagian bisa selesai lebih cepat dari yang kita perkirakan. Mudah-mudahan hal yang sederhana ini bisa membantu masyarakat kita," kata Rizky di Sampit, Kamis.
Rizky menyebut GAPKI Kalteng prihatin atas kondisi karhutla yang berdampak buruk ke banyak sektor. Menurutnya, bencana ini harus ditangani bersama, bukan hanya oleh pemerintah daerah.
Komitmen Perusahaan Sawit di Desa Sekitar Kebun
Seluruh perusahaan anggota GAPKI Kalteng berkomitmen ikut menangani karhutla. Selain menjaga kebun masing-masing agar tidak terbakar, perusahaan juga membantu pemerintah daerah menangani kebakaran di desa-desa sekitar kebun menggunakan sarana dan prasarana pemadam kebakaran sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kota Palangka Raya. GAPKI berharap seluruh kabupaten di Kalimantan Tengah menjalankan aksi sosial yang sama.
"Ini bagian daripada kepedulian kita. Mudah-mudahan kegiatan yang sama bisa juga dilakukan oleh para rekan-rekan pebisnis lainnya, sehingga dirasakan adanya keberadaan corporate atau perusahaan-perusahaan perkebunan sawit itu bermakna kepada masyarakat dan lingkungannya," tambah Rizky.
Dampak Asap ke Ekonomi hingga Sekolah
Rizky menilai kondisi asap saat ini sudah mengganggu perekonomian, penerbangan, aktivitas masyarakat, hingga kegiatan anak sekolah. Ia berharap bencana karhutla di Kalimantan Tengah segera berakhir.
"Kondisi saat ini sudah mengganggu perekonomian, penerbangan jadi terganggu, kegiatan aktivitas masyarakat terganggu, mungkin anak sekolah juga terganggu. Kita berdoa dan berharap bersama agar karhutla ini segera berakhir," ujarnya.
Wakil Ketua 1 GAPKI Kalteng, Siswanto, berharap kegiatan di Sampit ditiru komisariat GAPKI di kabupaten lain. Pria yang juga menjabat Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Katingan itu menyebut bantuan ini bagian dari kepedulian seluruh perusahaan anggota.
"Memang apa yang kami bagikan ini apabila dinilai dari segi harganya tidak seberapa. Namun, ini kepedulian kita. Mudah-mudahan ini bisa membantu. Mudah-mudahan ini bermanfaat," kata Siswanto.
Respons Warga: Masker Langsung Dipakai
Ketua Komisariat GAPKI Kotawaringin Timur, Salamuddin, menyebut aksi sosial ini sebagai wujud nyata anggota GAPKI dalam membantu masyarakat. Ia berharap bantuan tersebut membantu warga menjaga kesehatan dan terhindar dari penyakit akibat asap karhutla.
Seorang pengendara bernama Rina mengaku bersyukur mendapat paket tersebut. Ia langsung memakai masker karena asap di Sampit dinilai sangat tebal.
"Alhamdulillah ada maskernya, jadi bisa langsung dipakai. Asapnya sangat tebal jadi perlu masker. Minumannya juga tentu sangat bermanfaat. Saya berterima kasih atas bantuan ini," kata Rina.