PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Pangkalan Bun memastikan pelayanan penumpang dan aktivitas kapal di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, tetap berjalan normal meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti wilayah itu. Hingga 24 September 2026, sebanyak 10 call kapal telah melayani 3.402 penumpang berangkat dan 4.141 penumpang turun di pelabuhan tersebut. Kepala Cabang PT PELNI Pangkalan Bun Andry Yudha menegaskan tidak ada pembatalan keberangkatan pada rute Kumai-Semarang maupun Kumai-Surabaya.
PANGKALAN BUN — Kepala Cabang PT PELNI Pangkalan Bun Andry Yudha menyatakan pihaknya terus memantau kondisi operasional dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran pelayanan penumpang dari dan menuju Pelabuhan Panglima Utar Kumai. Koordinasi dilakukan menyusul kondisi kabut asap karhutla yang masih menyelimuti sebagian wilayah Kalimantan Tengah.
"Setiap perkembangan kondisi operasional terus kami koordinasikan dengan pihak terkait dan kami sampaikan kepada masyarakat," ujar Andry Yudha di Pangkalan Bun.
Rute Kumai-Semarang dan Kumai-Surabaya Beroperasi Sesuai Jadwal
Andry memastikan kapal PELNI pada dua rute utama dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai tetap beroperasi mengikuti jadwal yang telah ditetapkan. Tidak ada pembatalan keberangkatan sepanjang periode kabut asap.
"Jadi, kapal PELNI pada rute Kumai-Semarang dan Kumai-Surabaya tetap beroperasi sesuai jadwal, dan tidak terdapat pembatalan keberangkatan," tegasnya.
Informasi soal kondisi pelayaran juga disampaikan kepada penumpang agar masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan masing-masing.
3.402 Penumpang Berangkat, 4.141 Turun di Kumai
Sepanjang periode hingga 24 September 2026, PELNI Cabang Pangkalan Bun telah melayani 10 call kapal. Dari jumlah itu, sebanyak 3.402 penumpang berangkat dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai, sementara 4.141 penumpang turun di pelabuhan yang sama.
Kondisi penumpang selama kabut asap terpantau normal. Tidak ada peningkatan jumlah penumpang maupun keterlambatan keberangkatan kapal akibat kondisi tersebut.
Lonjakan Penumpang Sempat Terjadi Awal September
Andry menyebut sebelumnya sempat terjadi peningkatan jumlah penumpang pada awal September, terutama dari Semarang dan Surabaya menuju Pelabuhan Panglima Utar Kumai. Lonjakan itu terjadi karena penerbangan dari Jakarta dialihkan dan ditiadakan.
"Di awal September sempat terjadi peningkatan penumpang, terutama dari Semarang dan Surabaya yang menuju Pelabuhan Panglima Utar Kumai. Hal itu mengingat penerbangan dari Jakarta dialihkan dan ditiadakan," katanya.
Imbauan Beli Tiket Lewat Kanal Resmi
PELNI mengimbau masyarakat yang akan bepergian menggunakan kapal membeli tiket melalui kanal penjualan resmi untuk menghindari penipuan. Informasi terbaru soal jadwal dan layanan bisa diakses lewat situs www.pelni.co.id, aplikasi PELNI Mobile, atau Contact Center 162.
"Untuk memperoleh informasi terbaru terkait jadwal dan layanan PELNI, masyarakat dapat mengakses kanal resmi PELNI melalui situs www.pelni.co.id, aplikasi PELNI Mobile, atau Contact Center 162," demikian Andry Yudha.