Bupati Sukamara Masduki mendorong komite sekolah memperkuat peran dan sinergi dengan satuan pendidikan, pemerintah daerah, orang tua, dan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten itu. Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Upgrading Komite Sekolah Kabupaten Sukamara. Masduki menekankan komite sekolah harus berperan aktif, konstruktif, dan bertanggung jawab, bukan hanya hadir secara administratif.
SUKAMARA — Bupati Sukamara Masduki menyatakan keberhasilan pendidikan membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan keterlibatan semua pihak. Pemerintah daerah, satuan pendidikan, kepala sekolah, guru, orang tua, komite sekolah, hingga seluruh elemen masyarakat disebutnya memiliki peran yang tidak bisa dipisahkan.
"Keberhasilan pendidikan membutuhkan kebersamaan, kepedulian, dan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, kepala sekolah, guru, orang tua, komite sekolah, hingga seluruh elemen masyarakat," kata Masduki di Sukamara, Rabu.
Komite Sekolah Dinilai Punya Posisi Strategis
Masduki menilai komite sekolah memiliki posisi penting sebagai mitra strategis satuan pendidikan dan pemerintah daerah. Peran itu mencakup pemberian masukan, penyerapan aspirasi masyarakat, dukungan, serta dorongan peningkatan mutu pelayanan pendidikan.
"Saya berharap komite sekolah tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar dapat menjalankan peran dan fungsinya secara aktif, konstruktif, dan bertanggung jawab," ujarnya.
Ia mengingatkan masing-masing unsur memiliki tugas dan peran berbeda, tetapi harus diarahkan pada tujuan yang sama. Tujuan itu adalah memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Penyelesaian Persoalan
Bupati meminta berbagai persoalan pendidikan yang muncul di lapangan dikomunikasikan dan dicarikan penyelesaian bersama sesuai tugas, kewenangan, dan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, komunikasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan komite sekolah tidak boleh terputus.
"Semua unsur tersebut harus saling berkomunikasi, saling mendukung, saling menguatkan, dan berjalan dalam satu tujuan. Tujuan kita bukan kepentingan lembaga masing-masing, melainkan bagaimana memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak kita," kata Masduki.
Ia menilai sinergi tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki komitmen meningkatkan kualitas pendidikan namun memiliki keterbatasan sehingga membutuhkan dukungan seluruh pihak.
"Semangat gotong royong dan kolaborasi harus menjadi kekuatan kita bersama," katanya.
Bukan Mencari Salah, tapi Mencari Solusi
Masduki mengajak komite sekolah membangun komunikasi terbuka dengan menyampaikan aspirasi masyarakat secara objektif dan konstruktif. Pihak sekolah diharapkan membuka ruang komunikasi dan menerima masukan sebagai bagian dari upaya perbaikan bersama.
Ia menekankan pentingnya hubungan yang dilandasi kepercayaan, keterbukaan, transparansi, akuntabilitas, serta kepentingan peserta didik. Ketika persoalan muncul, fokusnya bukan mencari siapa yang salah.
"Jangan mencari siapa yang salah ketika menghadapi persoalan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mencari solusi dan memastikan persoalan tersebut dapat diselesaikan demi kepentingan anak-anak kita," ujarnya.
Pendidikan Karakter hingga Kapasitas Pengurus
Menurut Masduki, peserta didik sebagai generasi penerus Kabupaten Sukamara tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan. Mereka juga memerlukan pendidikan karakter, keteladanan, kedisiplinan, kreativitas, kepedulian sosial, serta lingkungan yang mendukung perkembangan potensi.
Melalui kegiatan upgrading tersebut, ia berharap para pengurus komite sekolah semakin memahami tugas dan fungsinya. Peningkatan kapasitas diharapkan membuat komite sekolah menjadi mitra yang semakin kuat bagi sekolah dan pemerintah daerah.
"Saya berharap melalui kegiatan upgrading ini, para pengurus komite sekolah dapat semakin memahami tugas dan fungsinya, meningkatkan kapasitasnya, serta mampu menjadi mitra yang semakin kuat bagi sekolah dan pemerintah daerah," kata Masduki.
Kegiatan itu diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah daerah, sekolah, komite sekolah, orang tua, dan masyarakat. Tujuannya mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter serta mampu menjawab tantangan zaman.