KALIMANTAN TENGAH — Pemerintah Kabupaten Pangkep bersama Bulog memulai distribusi bantuan pangan beras untuk tiga bulan sekaligus. Total beras yang disiapkan mencapai 1.558,98 ton, dengan setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan 10 kilogram per bulan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pangkep, Andi Sadda, menyebut jumlah penerima kali ini bertambah sekitar 6.000 KPM dibanding periode penyaluran sebelumnya.
Tambahan Penerima dari Desil 1-4
“Kalau kita lihat penerima sebelumnya, ada tambahan penerima manfaat ini kurang lebih 6.000 tambahan yang masuk dari desil 1 sampai desil 4,” kata Andi Sadda.
Penambahan penerima ini menunjukkan perluasan sasaran bantuan pangan di Pangkep. Kelompok desil 1 hingga desil 4 merupakan lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah dalam pendataan sosial ekonomi.
Distribusi Tahap Awal ke Wilayah Kepulauan
Pemkab Pangkep memprioritaskan pengiriman ke daerah kepulauan lebih dulu. Sekitar 30 ton beras mulai disalurkan melalui Pelabuhan Maccini Baji pada hari pertama penyaluran.
“Hari ini kita luncurkan, prioritaskan dulu di pulau. Mulai hari ini kita distribusikan di Pelabuhan Maccini Baji kurang lebih 30 ton untuk semua wilayah kepulauan. Nanti setiap hari mendrop di setiap titik wilayah masing-masing di kantor desa,” ujarnya.
Setelah wilayah kepulauan, distribusi akan berlanjut secara bertahap ke titik-titik lain yang sudah ditentukan, termasuk kantor desa di wilayah daratan.
Beras Rusak Bisa Diganti, Ini Prosedurnya
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, meminta warga segera melapor jika menemukan beras dalam kondisi tidak layak. Laporan bisa disampaikan ke pemerintah desa atau kelurahan masing-masing.
“Kepada seluruh masyarakat penerima, jika ada bantuan beras yang mungkin tidak layak, silakan dilaporkan di desa dan kelurahannya masing-masing agar kami pemerintah bersama Bulog dapat segera mengganti bantuan yang mungkin cacat,” katanya.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Makassar, Musdalifah Nur, memastikan pihaknya siap mengganti beras rusak berdasarkan laporan dari tim penyaluran di Pangkep.
Larangan Memperjualbelikan Bantuan
Bulog mengingatkan para penerima agar tidak menjual kembali bantuan pangan yang sudah diterima. Bantuan ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
“Untuk alokasi ini kita sudah salurkan 30 kilogram per penerima. Semoga itu bisa bermanfaat dan menurunkan harga beras medium di masyarakat. Pesan kami dari Bulog untuk tidak diperjualbelikan,” kata Musdalifah.
Masyarakat yang merasa berhak menerima namun belum masuk daftar penerima dapat mengonfirmasi melalui pemerintah desa atau kelurahan setempat. Informasi jadwal distribusi di tiap wilayah juga bisa didapatkan melalui perangkat desa masing-masing.