KALIMANTAN TENGAH — Langkah ini tidak sekadar mengurangi jumlah badan usaha, tetapi mengubah arah bisnis Brantas Abipraya secara fundamental. Dony Oskaria telah memanggil jajaran direksi BUMN karya itu untuk membahas perkembangan transformasi dan penataan entitas usaha. Anak-anak usaha yang dinilai tidak lagi dibutuhkan dalam mendukung fokus utama akan diakhiri.
Ramping Total: Hanya Induk yang Tersisa
Setelah proses penataan selesai, Brantas Abipraya tidak akan lagi memiliki jaringan anak usaha pendukung. "Brantas tinggal induknya, dan ini termasuk perusahaan yang paling sehat," tegas Dony dalam keterangan resmi, Jumat (4/9/2026).
Ia berharap, setelah proses pembersihan ini berakhir, perusahaan benar-benar berkonsentrasi pada pekerjaan kontraktor. "Saya harapkan nanti setelah selesai pembersihan ini, ke depannya betul-betul fokus kepada bisnis kontraktor," kata Dony.
Momentum ini dinilai tepat untuk memperkuat fundamental perusahaan. Dony juga mendorong Brantas menjadi salah satu BUMN Karya yang paling cepat menuntaskan proses penataan, mengingat posisi keuangannya disebut paling sehat di antara BUMN karya lainnya.
Nasib Merger Adhi Karya-PP Masih Menunggu Keputusan
Di luar Brantas, konsolidasi BUMN karya masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Rencana penggabungan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT PP (Persero) Tbk belum menentukan siapa yang akan menjadi survivor atau perusahaan penerus.
"Belum ditentukan juga. Dan juga belum pasti Adhi dan PP dan lain sebagainya. Jadi, kita akan lihat," ujar Dony di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Danantara masih akan berkonsultasi dengan perusahaan karya terkait untuk memilih skema terbaik yang dapat memperkuat kondisi keuangan masing-masing. "Yang penting itu akan terjadi konsultasi dari perusahaan karya kita dan melihat proses keselamatan serta penyehatannya," kata Dony. Targetnya, konsolidasi bisa dikebut pada tahun ini.